Tanggapan Menohok Melanie Subono Soal Pemberian Gelar Pahlawan: 'Gue Pahlawannya Mantan Presiden yang Ini Boleh Gak?'
Senin, 10 Nov 2025, 16:30 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Pada peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025, pemerintah resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh yang dinilai berjasa besar bagi bangsa.
Nama-nama besar tersebut antara lain Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Jenderal Besar Soeharto, aktivis buruh Marsinah, Mochtar Kusumaatmadja, Hajjah Rahmah El Yunusiyah, Jenderal (Purn) Sarwo Edhie Wibowo, Sultan Muhammad Salahuddin, Syaikhona Muhammad Kholil, Tuan Rondahaim Saragih Garingging, dan Zainal Abidin Syah.
Daftar ini menarik perhatian publik karena memadukan berbagai sosok dari latar belakang berbeda, mulai dari presiden, ulama, pejuang perempuan, hingga tokoh militer dan penggerak buruh.Â
Salah satu yang menjadi sorotan publik adalah masuknya Gus Dur dan Soeharto, dua mantan presiden dengan sejarah politik yang kontras namun sama-sama memiliki pengaruh besar dalam perjalanan bangsa.
Melanie Subono Beri Tanggapan

Menanggapi momen ini, Melanie Subono, aktivis sosial sekaligus musisi yang dikenal vokal terhadap isu kemanusiaan dan keadilan, turut memberikan pandangannya di media sosial.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, ia menulis,
âHari ini beberapa orang termasuk mantan presiden dapat gelar Pahlawan Nasional. Gue pahlawannya mantan presiden yang ini boleh gak?â
Kalimat tersebut disertai dengan foto mendiang Presiden ketiga Republik Indonesia, B.J. Habibie.
Unggahan Melanie ini menunjukkan rasa kagumnya terhadap sosok Habibie, yang dikenal sebagai figur jenius, humanis, dan visioner.
Bagi Melanie, Habibie bukan hanya tokoh yang berjasa besar dalam bidang teknologi dan kedirgantaraan, tetapi juga seorang pemimpin yang berani membawa Indonesia melewati masa transisi demokrasi setelah lengsernya rezim Orde Baru.
Habibie dikenal sebagai sosok yang tulus, cerdas, dan rendah hati. Dalam masa kepemimpinannya yang singkat, ia melakukan langkah berani dengan membuka kebebasan pers, memperkuat demokrasi, dan menghormati hak asasi manusia.
Selain itu, kisah cintanya dengan almarhumah Hasri Ainun Habibie turut menginspirasi banyak orang karena mencerminkan ketulusan, kesetiaan, dan kemanusiaan yang mendalam.
Tak heran jika Melanie menyebut Habibie sebagai âpahlawanâ dalam versinya sendiri, bukan karena gelar resmi, melainkan karena nilai dan keteladanan yang diwariskan.
Bagi Melanie, pahlawan sejati adalah mereka yang memberi teladan melalui tindakan, bukan sekadar jabatan atau penghargaan.
Unggahan Melanie itu pun menuai banyak dukungan dari pengikutnya. Banyak warganet yang sependapat bahwa Habibie adalah simbol kecerdasan dan kasih sayang yang langka di dunia politik Indonesia.
"Yang penting Eyang itu pahlawan di hati Mbak Mel, aku dan banyak orang di Indonesia. Gelar pahlawan sesungguhnya ya ada di hati rakyat Mbak," komentar akun @jurman**.
"Boleh banget kak. Alfatihah buat beliau," timpal netizen lain.
Gelar negara adalah bentuk penghormatan, tetapi penghargaan dari hati rakyat seperti yang ditunjukkan Melanie kepada Habibie adalah bentuk penghormatan yang tak kalah berharga
- gelar pahlawan nasional
- Melanie Subono
Redaktur: Weti Aprianti
Penulis: Weti Aprianti
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.