Hakim koroner senior Crispin Butler menjelaskan dalam sidang singkat pratinjau penyelidikan yang digelar di Buckinghamshire Coronerâs Court, Kamis (6 November), bahwa proses hukum di Argentina jadi tempat peristiwa tersebut terjadi dan masih berlangsung dan belum menghasilkan laporan final.
âButuh waktu tambahan untuk mengumpulkan laporan resmi, pernyataan saksi, serta bukti relevan lainnya yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan hukum dalam penyelidikan akhir yaitu siapa korban, penyebab medis pasti, serta kapan, di mana, dan bagaimana kematian itu terjadi,â ujar Butler dalam persidangan.
Terjatuh dari Balkon Hotel di Buenos Aires
Liam Payne meninggal dunia secara tragis pada 16 Oktober 2024 di usia 31 tahun. Ia ditemukan tewas setelah terjatuh dari balkon lantai tiga Casa Sur Hotel di Buenos Aires, Argentina.
Berdasarkan hasil autopsi yang diterbitkan otoritas setempat, penyebab kematian Payne adalah trauma ganda dengan perdarahan internal dan eksternal akibat jatuh dari ketinggian.
Pada Februari 2025 lalu, pengadilan di Argentina telah mencabut dakwaan kelalaian kriminal terhadap tiga dari lima orang yang sebelumnya dituduh terlibat dalam kasus tersebut. Dua lainnya masih menjalani pemeriksaan tambahan oleh pihak berwenang.
Dokumentasi awal hasil autopsi dan laporan polisi dari Argentina telah diserahkan ke pihak koroner di Inggris untuk ditelaah lebih lanjut. Saat ini, dokumen-dokumen tersebut sedang dalam proses penerjemahan dengan bantuan dari keluarga penyanyi âStrip That Downâ itu.
Sidang pratinjau berikutnya dijadwalkan digelar pada 7 Mei 2026 pukul 10.00 waktu setempat, sebelum penyelidikan akhir dimulai.
Duka yang Belum Sembuh
Memperingati satu tahun kepergian Liam, kedua kakaknya, Nicola Payne dan Ruth Gibbins, menyampaikan pesan penuh duka melalui unggahan di media sosial.
Ruth menulis bahwa ia masih merasa âlumpuh oleh kesedihan setiap hari.â
âAku meremehkan rasa kehilangan ini. Aku pikir pernah merasakannya sebelumnya, tapi ternyata tidak. Kehilanganmu adalah kehilangan terbesar dalam hidupku. Aku selalu berpikir adikku akan terus ada di setiap momen hidupku. Kau seharusnya tidak meninggal,â tulis Ruth di Instagram.
Ia juga mengungkap sering mengalami mimpi buruk berulang, di mana ia berada di kamar hotel sang adik namun tak mampu membuatnya mendengar teriakannya.
âOtakku terkunci pada menit-menit terakhirmu di dunia ini, menit-menit tanpa jawaban, menit yang mengubah segalanya,â tambahnya.
Kasus kematian Liam Payne hingga kini masih menyisakan banyak tanda tanya dan menjadi perhatian publik di Inggris maupun Argentina, sementara keluarga dan para penggemarnya terus menantikan kejelasan dari penyelidikan yang tertunda.