Usai kematian Yu, Ren muncul sebagai salah satu suara paling vokal menuntut akuntabilitas. Ia mengaku pernah ditahan selama dua minggu di Beijing karena mempertanyakan narasi resmi pemerintah.
Pada 25 Oktober, Ren mengumumkan bahwa ia telah melaporkan seorang tokoh penting yang disebutnya terlibat langsung dalam kasus kematian Yu.
âOrang yang saya laporkan,â tulisnya, âadalah satu-satunya yang pernah saya sebut secara spesifik saya hampir melaporkannya langsung di depan wajahnya.â
Melalui akun cadangannya, ia menambahkan, âDia sosok sentral, urat nadi kasus ini. Siapa pun yang menyebut namanya langsung diserang.â
Tak lama setelah unggahan itu muncul, akun Ren disensor. Publik menduga bahwa nama yang dimaksud adalah Wang Xiaohong, Menteri Keamanan Publik Tiongkok.
Sehari kemudian, pada 26 Oktober, Ren menulis peringatan terakhirnya âJika aku tiba-tiba diam atau memposting sesuatu yang bertentangan dengan kehendakku, itu berarti aku telah ditangkap.â
Dua hari berselang, akun utama dan cadangannya ditutup, dan berdasarkan lokasi terakhirnya di Beijing, banyak yang menduga Ren kembali ditahan.
Sumber internal menyebut bahwa tudingan Ren âmengguncang pejabat tinggi,â bahkan memicu rapat darurat di lingkungan Kongres Rakyat Nasional (NPC).
Pengamat independen Li Muyang menegaskan, Ren secara terbuka menuding Wang Xiaohong melindungi para tersangka, serta menyebut nama Li Ming (Jiguang Guang), cucu mantan Perdana Menteri Li Peng, dan Cai Yijia, anak tidak sah pejabat tinggi Partai Komunis Cai Qi.
Di media sosial, dukungan untuk Ren terus membanjir. Banyak yang memujinya sebagai âpembawa keadilan sejatiâ dan menyerukan boikot terhadap industri hiburan Tiongkok âJika mereka membungkam kita, kita akan bungkamkan industri mereka.â
Pada 30 Oktober, Ren sempat muncul kembali di Weibo, mengunggah foto kartu identitas militernya dan menulis, âSatu-satunya kekuatan yang bisa menahan pemerintah adalah militer.â
Ia menyerukan para veteran untuk bersuara demi transparansi. Namun, unggahannya segera dihapus, dan beberapa hari kemudian ia kembali hilang.
Terakhir kali terlihat pada 2 November 2025, Ren memposting lokasi GPS di Andersen Garden, tempat Yu Menglong ditemukan tewas, dengan pesan samar, âBertemu orang yang seharusnya kutemui. Aman untuk posting ini.â Beberapa jam setelah unggahan itu, ia kembali menghilang.
Rekan-rekannya menduga Ren kini ditahan dan dijadikan kambing hitam dengan tuduhan penyebar rumor dan kontrarevolusioner. Akun pendukungnya, Beixing Qiye, mengaku telah ditangguhkan 31 kali karena terus bersuara. âYang kupakai sekarang adalah akun nomor 32,â tulisnya.
Publik kini menunggu kejelasan nasib Ren Beichuan jadi simbol keberanian yang menolak bungkam dalam kasus kematian Yu Menglong yang hingga kini penuh tanda tanya.