4 Ciri Anak Mengalami Keterlambatan Perkembangan yang Perlu Dikenali Orang Tua

Minggu, 09 Nov 2025, 16:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Mengetahui cara mengenali perkembangan anak yang terlambat sangat penting bagi setiap orang tua. Pemantauan tumbuh kembang anak sejak dini berperan besar dalam mendeteksi adanya gangguan atau keterlambatan perkembangan sehingga anak bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Ket. Foto: Ciri-Ciri Keterlambatan Perkembangan Pada Anak — Sumber: Freepik

Ahli Saraf Pediatrik, Dr. Henry Hasson, menjelaskan bahwa setiap anak memang memiliki ritme pertumbuhan yang berbeda. Namun, bila terdapat perbedaan yang cukup signifikan dibandingkan dengan tahapan perkembangan anak pada umumnya, kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya keterlambatan.

“Intervensi sejak dini dapat memberikan dampak besar pada perkembangan anak di masa depan,” ujarnya. Berikut ini beberapa tanda dan cara mengenali keterlambatan perkembangan anak menurut Dr. Hasson:

1. Keterlambatan Bicara dan Bahasa

Tanda paling umum dari keterlambatan perkembangan adalah ketika anak mengalami kesulitan berbicara atau memahami bahasa. Umumnya, anak mulai mengucapkan kata sederhana saat berusia sekitar satu tahun.

Jika hingga usia 18 bulan anak belum mencoba berbicara atau berkomunikasi melalui gestur, sebaiknya segera konsultasikan ke ahli.

Orang tua dapat membantu dengan sering mengajak anak berbicara, membacakan buku cerita, atau bernyanyi bersama untuk menstimulasi kemampuan bahasanya. Bila diperlukan, dokter akan merujuk anak ke terapi wicara agar kemampuan komunikasinya berkembang optimal.

2. Keterlambatan Motorik

Kemampuan motorik kasar seperti duduk, merangkak, dan berjalan juga menjadi indikator penting. Anak umumnya mulai duduk tanpa bantuan di usia 6 bulan, merangkak di sekitar usia 9 bulan, dan mulai berjalan antara 12 hingga 15 bulan.

Apabila anak belum menunjukkan kemampuan tersebut pada waktunya, misalnya belum bisa merangkak di usia 12 bulan atau belum berjalan di usia 18 bulan disarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Orang tua bisa memberikan ruang aman bagi anak untuk bergerak dan bermain menggunakan mainan edukatif seperti balok atau bola guna melatih koordinasi tangan dan mata.

3. Keterlambatan Sosial dan Emosional

Anak yang berkembang secara normal biasanya mulai tersenyum pada usia 2–3 bulan dan bereaksi terhadap ekspresi orang lain di usia 6 bulan. Jika anak jarang tersenyum, tidak melakukan kontak mata, atau tampak tidak tertarik berinteraksi, hal ini bisa menjadi tanda keterlambatan sosial-emosional.

Orang tua disarankan untuk melakukan permainan interaktif seperti cilukba atau sering mengajak anak berinteraksi dengan keluarga. Namun, jika gejala tidak membaik, penting untuk berkonsultasi dengan dokter anak atau ahli saraf.

4. Keterlambatan Kognitif

Pada usia 1 tahun, sebagian besar anak sudah mampu memahami konsep sederhana, mencari benda yang disembunyikan, dan mulai memecahkan masalah kecil.

Jika anak tampak tidak tertarik mengeksplorasi lingkungan sekitar, sulit memahami instruksi sederhana, atau tidak tertarik bermain, ini bisa menjadi tanda keterlambatan kognitif.

Gunakan permainan sensorik dan alat belajar interaktif untuk menstimulasi rasa ingin tahu anak. Namun, jika perkembangan tetap stagnan, segera konsultasikan dengan dokter untuk pemeriksaan lanjutan.

Dengan mengenali tanda-tanda keterlambatan sejak dini, orang tua dapat memberikan dukungan dan stimulasi yang tepat agar anak mampu mencapai potensi terbaiknya dan tumbuh secara optimal di setiap tahap kehidupannya.

  • Perkembangan Anak Terlambat
  • Pertumbuhan Anak

Redaktur: Fitrya A Kusumah

Penulis: Fitrya A Kusumah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.