Fentanil Mengintai Remaja Lewat Media Sosial, Ini yang Wajib Diketahui Para Orang Tua
Kamis, 06 Nov 2025, 15:00 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Amerika Serikat tengah menghadapi krisis baru di kalangan remaja akibat meningkatnya penyalahgunaan obat-obatan terlarang, khususnya fentanyl yakni opioid sintetis yang 100 kali lebih kuat dari morfin. Dalam beberapa tahun terakhir, kasus overdosis pada anak muda melonjak tajam, dan fentanyl disebut sebagai penyebab utamanya.
Dr. Codi Peterson, seorang apoteker di CHOC Hospital, California menjelaskan bahwa fentanyl merupakan jenis obat penghilang rasa sakit yang termasuk dalam golongan opioid, mirip dengan morfin atau oksikodon.
Berbeda dari opioid alami yang berasal dari tanaman poppy, fentanyl dibuat secara sintetis di laboratorium. Obat ini bekerja langsung pada reseptor opioid di otak untuk menekan rasa sakit dan menimbulkan efek euforia.
âRemaja sering kali tidak sadar bahwa obat yang mereka konsumsi mengandung fentanyl, padahal dosis kecil saja bisa berakibat fatal,â ujar Peterson.
Remaja Jadi Korban Utama
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), terdapat lebih dari 70.000 kematian akibat overdosis di Amerika Serikat, dan sekitar 70 persen di antaranya disebabkan oleh opioid sintetis seperti fentanyl. Tren ini meningkat signifikan sejak pandemi COVID-19, ketika gangguan kesehatan mental pada anak dan remaja juga ikut naik.
Di tahun 2025, laporan terbaru dari lembaga kesehatan AS mencatat bahwa lebih dari 1 dari 5 kasus kematian overdosis pada remaja berusia 10â19 tahun melibatkan fentanyl atau obat yang terkontaminasi fentanyl.
Sebagian besar korban mendapatkan obat tersebut melalui media sosial seperti Snapchat dan platform jual beli online, di mana pengedar dengan mudah menjual pil palsu dengan tampilan menyerupai obat legal.
Efek Mematikan Fentanyl
Fentanyl bekerja cepat menimbulkan rasa euforia, namun efeknya juga cepat hilang, membuat penggunanya ingin terus menambah dosis. Efek paling berbahaya dari obat ini adalah depresi pernapasan, di mana otak berhenti mengingat untuk bernapas, menyebabkan kematian dalam hitungan menit.
Selain itu, fentanyl dapat menimbulkan gejala seperti bicara cadel, pupil mengecil, kantuk ekstrem, perilaku tidak stabil, dan kelelahan berat. Karena tingkat potensi obatnya sangat tinggi, satu pil fentanyl bisa mengandung dosis mematikan yang tidak terukur.
Upaya Pencegahan dan Edukasi Orang Tua
Dr. Peterson mengimbau orang tua untuk waspada terhadap perubahan perilaku anak-anak mereka, seperti menarik diri dari aktivitas, nilai sekolah menurun, atau sering meminta uang tanpa alasan jelas.
Ia juga menyarankan agar orang tua menyimpan obat-obatan jauh dari jangkauan anak-anak dan membuang sisa obat yang tidak terpakai.
âCara terbaik untuk mencegah penyalahgunaan narkoba adalah dengan membuka komunikasi antara orang tua dan anak sejak dini,â tegas Peterson.
- Apa Itu Fentanil
- Remaja AS Kecanduan Fentanil
Redaktur: Fitrya A Kusumah
Penulis: Fitrya A Kusumah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.