Dalam peluncurannya, Merry menjelaskan bahwa buku ini tidak hanya sekadar biografi atau catatan politik, melainkan sebuah kisah lintas generasi yang merekam nilai, kebijaksanaan, dan filosofi hidup dari seorang pemimpin bangsa kepada murid yang sedang belajar tentang arti kepemimpinan sejati.
âKarya ini merekam sembilan bulan kebersamaan serta proses pembelajaran langsung bersama Bapak SBY. Saya bersyukur bisa belajar dari beliau, bukan hanya sebagai seorang Presiden, tetapi juga sebagai pribadi yang bijak, rendah hati, dan selalu mencintai bangsa,â ungkap Merry Riana.
Berbeda dari buku biografi pada umumnya, The Mentor menyoroti sisi manusiawi dan reflektif dari sosok SBY. Di dalamnya, Merry menuturkan bagaimana ia menyaksikan ketenangan, kesabaran, serta moralitas SBY dalam menghadapi berbagai fase kehidupan setelah menjabat sebagai Presiden.
Menambah nilai istimewa, sampul buku ini menampilkan lukisan asli karya SBY sendiri berjudul âThe Light of Hope.â Lukisan tersebut disebut sebagai karya potret pertama yang dibuat SBY dan pertama kalinya dijadikan sampul buku.
âLukisan ini melambangkan keseimbangan hidup dan kedamaian batin, sekaligus menjadi cerminan semangat dari isi buku ini. Di tengah keterbatasan, harapan harus terus menyala,â jelas Merry.
Sementara itu, Susilo Bambang Yudhoyono turut memberikan tanggapan emosional usai membaca karya tersebut. Ia mengaku terharu dengan cara Merry Riana menggambarkan perjalanan hidupnya.
âBuku ini indah, sangat menyentuh. Jujur, saat membaca bagian Purnama ke-6, saya sampai menangis. Penggambaran yang dibuat begitu hidup, seakan saya mengalaminya kembali. Saya bersyukur ada tokoh muda seperti Merry yang menulis kisah ini dengan niat baik,â ujar SBY.
SBY juga berharap kehadiran buku The Mentor bisa menjadi simbol hubungan lintas generasi antara dirinya dan Merry Rianaâdua sosok dari era berbeda yang memiliki kesamaan cinta terhadap Indonesia.
âSemoga buku ini memberi inspirasi bagi generasi muda untuk menemukan kembali makna kepemimpinan yang berakar pada integritas, ketulusan, dan cinta terhadap bangsa,â tambahnya.
Peluncuran buku âThe Mentor: 9 Purnama di Sisi SBYâ turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, termasuk Menko Infrastruktur dan Pengembangan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, para pemimpin lembaga, tokoh publik, serta insan seni dan budaya.
Dengan narasi yang menyentuh dan visual yang simbolik, karya terbaru Merry Riana ini bukan sekadar catatan pribadi, melainkan juga persembahan bagi bangsa tentang pentingnya nilai kemanusiaan, harapan, dan semangat kepemimpinan lintas generasi.