Dalam sidang tersebut, hakim ketua menyatakan bahwa pemecatan mantan CEO Ador, Min Hee-jin, tidak cukup menjadi alasan untuk menyimpulkan bahwa label tersebut melanggar kontrak eksklusif.
âSulit untuk menganggap Ador telah melanggar kontrak eksklusif hanya dengan memecat mantan CEO Min Hee-jin,â ujar hakim dalam putusannya.
Menurut laporan media Korea Selatan, kelima anggota NewJeans yakni Minji, Hanni, Danielle, Haerin, dan Hyein tidak hadir dalam sidang pembacaan putusan tersebut.
Sengketa ini bermula sejak April 2024, ketika konglomerat hiburan Hybe, yang memiliki 80 persen saham Ador, mengajukan tuntutan pidana terhadap Min Hee-jin atas dugaan pelanggaran kepercayaan.
Hybe menuduh Min berupaya mengambil alih kendali penuh Ador. Namun, Min membantah tuduhan itu, menyebut hal tersebut tidak mungkin karena dirinya hanya memiliki 18 persen saham.
Pada Agustus 2024, Min resmi dicopot dari jabatan CEO Ador, namun masih menjabat sebagai produser NewJeans dan anggota dewan direksi sebelum akhirnya mengundurkan diri pada November di tahun yang sama.
Pada Juli 2025, pengadilan menyatakan Min dibebaskan dari semua tuduhan pelanggaran kepercayaan.
Namun, sebelum keputusan itu keluar, para anggota NewJeans telah lebih dulu mengakhiri kontrak mereka secara sepihak pada November 2024 dengan alasan pelecehan di tempat kerja dan masalah internal lainnya.
Sejak itu, grup beranggotakan lima orang tersebut menjalani kegiatan secara independen.
Perselisihan semakin memanas ketika pada Januari 2025, Ador mengajukan permohonan ke pengadilan untuk melarang NewJeans menandatangani kontrak iklan independen. Permohonan ini dikabulkan pada 21 Maret 2025.
Tak lama setelah tampil di acara ComplexCon Hong Kong, NewJeans mengumumkan hiatus sementara untuk menghormati keputusan pengadilan.
Situasi semakin rumit ketika pada Mei 2025, pengadilan menyetujui permohonan Ador untuk penegakan hukum tidak langsung, yang berarti setiap anggota NewJeans dapat dikenai denda sebesar 1 miliar won (sekitar Rp11,7 miliar) atas setiap aktivitas ilegal yang dilakukan setelah keputusan tersebut.
Menanggapi putusan terbaru, tim hukum NewJeans menyatakan akan mengajukan banding. Mereka menegaskan bahwa hubungan kepercayaan dengan Ador sudah benar-benar rusak sehingga tidak mungkin melanjutkan kerja sama seperti sebelumnya.
âPara anggota menghormati keputusan pengadilan, namun mengingat kondisi saat ini, mustahil untuk kembali ke Ador,â bunyi pernyataan tim hukum NewJeans.
âKami berharap pengadilan banding akan meninjau kembali fakta dan dasar hukum secara menyeluruh demi keputusan yang adil dan bijaksana.â
Meski begitu, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak Ador maupun Hybe terkait langkah hukum lanjutan setelah putusan ini diumumkan.