Kematian Yu terjadi setelah insiden jatuh dari apartemen mewah di Beijing. Awalnya, pihak yang diduga terlibat hanya enam orang, namun kini jumlah tersebut meningkat menjadi 17 orang, termasuk Kan Xin.
Kepolisian awalnya menyatakan kejadian itu sebagai kecelakaan setelah malam mabuk berat, namun banyak pihak meragukan versi tersebut karena sejumlah kejanggalan di lokasi kejadian.
Sumber tak terverifikasi menyebutkan Yu sedang melakukan penyelidikan pribadi terkait dugaan kejahatan keuangan sebelum meninggal dunia. Ia dikabarkan diawasi oleh seorang âmata-mataâ yang berpura-pura menjadi kekasihnya, diduga adalah Kan Xin.
Perempuan ini kemudian membocorkan usaha Yu mengumpulkan bukti, yang kemungkinan berujung pada kematiannya.
Para pengamat mengaitkan kasus ini dengan kematian aktor Qiao Renliang pada 2016, kasus yang juga sarat isu pengkhianatan dan penutupan oleh kalangan elit industri hiburan.
Komentator independen di YouTube, Li Muyang, mengingatkan foto paparazi tahun 2021 yang memperlihatkan Yu dan Kan Xin bergandengan tangan, menimbulkan rumor hubungan asmara keduanya.
Setelah foto tersebar, Kan Xin menerima nominasi Penghargaan Golden Rooster pada 2022, namun pembicaraan soal hubungannya dengan Yu kemudian menghilang.
Saat Yu kembali aktif di proyek film tahun 2023, penggemar menyebutnya tampak dingin dan tertutup, sikap yang diyakini akibat beban emosional atas dugaan pengkhianatan tersebut.
Di media sosial beredar video yang diduga memperlihatkan Yu berteriak kesakitan saat perutnya dibedah untuk mengambil alat penyimpanan data. Unggahan viral menyebut âflash drive berisi bukti pencucian uang dikhianati oleh Kan Xin,â namun klaim ini belum terverifikasi.
Warganet juga menyoroti hubungan sosial Kan Xin, yang pernah terlihat bersama sutradara Xin Qi, produser Cheng Qingsong, aktris Tian Hairong, dan eksekutif film Fang Li dalam sebuah makan malam.
Cheng Qingsong sempat mengunggah tulisan di media sosial sehari sebelum kematian Yu, yang kemudian segera dihapus. Nama aktris Song Yiren juga disebut-sebut pernah mengungkap adanya perempuan yang âmengawasi Yuâ lalu dibayar untuk meninggalkan Tiongkok.
Meski belum ada bukti konklusif yang mengaitkan Kan Xin dengan konspirasi, kedekatannya dengan sejumlah sosok dalam pertemuan kelompok 17 orang membuat publik semakin curiga.
Jika benar, kasus ini menyerupai tragedi Qiao Renliang, yang juga meninggal secara misterius dengan bukti sensitif yang digenggamnya.
Kan Xin yang lahir di Xianning, Provinsi Hubei, lulusan Konservatori Musik Tianjin, berada di bawah agensi Beijing Wannian Jinhe Culture Agency. Pada 1993, Kan memiliki saham sebesar 8,4 persen di Beijing Kaiwen Police Technology Research Institute, senilai sekitar 5 juta yuan (sekitar USD 690.000).
Melalui sutradara Cheng Qingsong, Kan membintangi film Lyuliang Wen Ying (Song of Spring) dan mendapat nominasi Aktris Terbaik di Golden Rooster. Namun, rumor terkait keterlibatannya dalam kematian Yu kian menghantui.
Kasus kematian Yu Menglong menggambarkan meningkatnya ketidakpercayaan publik terhadap industri hiburan Tiongkok yang dianggap kerap menyembunyikan korupsi, eksploitasi, dan intrik politik di balik gemerlap selebriti.
Seorang pengguna WeChat menulis, âYang paling menakutkan bukan kematian itu sendiri, melainkan ketika kebenaran ikut mati bersamanya.â
Kini, kematian Yu bukan hanya tragedi pribadi, melainkan simbol perlawanan terhadap budaya pembungkaman dalam dunia hiburan.