Deal Besar dengan Xi Jinping, Trump Kejutkan Dunia, Tarif Impor China Dipangkas 10 Persen

Kamis, 30 Okt 2025, 17:03 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Hubungan Amerika Serikat dan China tampaknya mulai mencair. Presiden AS Donald Trump resmi mengumumkan kebijakan besar, pemangkasan tarif impor terhadap produk China sebesar 10 persen.

Pengumuman tersebut disampaikan usai pertemuan bilateralnya dengan Presiden China Xi Jinping di sela-sela forum APEC 2025 yang digelar di Busan, Korea Selatan.

Ket. Foto: Donald Trump dan Xi Jinping dalam forum APEC 2025. — Sumber: AP Photo/Mark Schiefelbein

Langkah ini menjadi angin segar setelah bertahun-tahun ketegangan dagang antara dua raksasa ekonomi dunia. Trump menyebut hasil pertemuannya dengan Xi sebagai spektakuler dan menandai era baru dalam hubungan dagang Washington–Beijing.

"Pertemuan itu luar biasa, saya beri nilai 12 dari 10. Kami berhasil mencapai kesepakatan penting, dan ini langkah bagus untuk kedua negara," ujar Trump kepada wartawan, seperti dikutip dari Associated Press, Kamis, 30 Oktober 2025.

Dalam kesepakatan terbaru itu, tarif impor produk China yang sebelumnya mencapai 57 persen akan dipangkas menjadi 47 persen. Sementara untuk produk-produk terkait bahan baku fentanyl, tarif turun drastis dari 20 persen menjadi 10 persen.

Selain kebijakan tarif, kedua negara juga menandatangani perjanjian pasokan “rare earth”, mineral penting yang menjadi bahan baku utama industri teknologi tinggi dunia.

Kesepakatan pasokan ini akan berlangsung selama satu tahun dan dinilai sebagai langkah strategis untuk menstabilkan rantai pasok global.

Menurut laporan Reuters, keputusan Washington ini merupakan respons atas langkah konkret Beijing yang memperketat pengawasan terhadap ekspor bahan fentanyl, zat yang selama ini menjadi salah satu sumber peredaran narkoba mematikan di AS.

Xi Jinping menyambut hasil pertemuan tersebut dengan nada optimistis. Ia menyebut pertemuan dengan Trump sebagai “langkah baru menuju stabilitas” dalam hubungan ekonomi kedua negara.

“China siap bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk memastikan hubungan perdagangan yang adil, stabil, dan saling menguntungkan,” ujar Xi dalam pernyataan resmi pemerintahnya.

Kebijakan pemangkasan tarif ini dinilai sebagai upaya nyata untuk menurunkan tensi yang sempat memanas sejak perang dagang 2018.

Bagi para pengamat ekonomi, langkah ini bukan hanya simbol diplomasi dagang, tapi juga sinyal bahwa Washington dan Beijing mulai membuka kembali ruang kerja sama strategis di tengah persaingan global yang kian ketat.

Dengan pemangkasan 10 persen ini, dunia menanti, apakah kesepakatan Busan akan menjadi awal era baru kerja sama ekonomi dua kekuatan terbesar di planet ini, atau sekadar jeda sebelum ketegangan kembali membara.

  • Amerika Serikat
  • Trump

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.