Meski Rajin Olahraga, Kak Seto Tetap Terkena Stroke Ringan, Ini Gejala yang Perlu Diwaspadai
Rabu, 29 Okt 2025, 16:00 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Kabar mengejutkan datang dari tokoh pendidikan nasional Kak Seto.
Pria yang dikenal enerjik dan gemar berolahraga ini sempat mengalami stroke ringan beberapa waktu lalu.
Banyak yang tak menyangka, sebab sosok bernama lengkap Seto Mulyadi itu selama ini dikenal sangat menjaga pola hidup sehat.
Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat bahwa stroke dapat menyerang siapa saja, bahkan mereka yang terlihat bugar dan aktif secara fisik.
Apa Itu Stroke Ringan?
Secara medis, stroke ringan dikenal dengan istilah Transient Ischemic Attack (TIA). Kondisi ini terjadi ketika aliran darah ke otak tersumbat sementara, sehingga menyebabkan gejala yang mirip dengan stroke berat, namun hanya berlangsung singkat, biasanya kurang dari 24 jam.
Walau tampak ringan dan bisa pulih dalam waktu cepat, TIA tidak boleh dianggap sepele karena bisa menjadi peringatan awal sebelum terjadinya stroke yang lebih serius.
Penyebab stroke ringan umumnya berkaitan dengan penyumbatan sementara pada pembuluh darah otak, yang bisa dipicu oleh tekanan darah tinggi, kolesterol, diabetes, merokok, stres berlebihan, atau gaya hidup tidak seimbang.
Dalam beberapa kasus, faktor usia dan genetika juga berperan. Meski Kak Seto dikenal rajin berolahraga, faktor usia yang sudah memasuki 70-an tahun bisa menjadi salah satu risiko alami terjadinya gangguan pembuluh darah.
Adapun gejala stroke ringan sering kali muncul secara tiba-tiba dan bisa hilang dengan cepat. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
Wajah mencong atau sulit tersenyum di satu sisi.
Lengan atau kaki terasa lemas di satu sisi tubuh.
Kesulitan berbicara, bicara menjadi pelo atau tidak jelas.
Gangguan penglihatan, seperti pandangan kabur mendadak.
Kehilangan keseimbangan atau pusing secara tiba-tiba.
Kebas atau mati rasa di wajah, tangan, atau kaki.
Menurut dokter, meski gejala bisa hilang dalam hitungan menit hingga jam, seseorang yang mengalami TIA tetap perlu perawatan medis segera.
Hal ini penting untuk mencegah stroke berat yang bisa terjadi dalam waktu dekat. Deteksi dini melalui pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol, dan pola hidup sehat menjadi kunci utama pencegahan.
Kasus Kak Seto menjadi contoh nyata bahwa gaya hidup sehat saja belum tentu menjamin bebas dari risiko stroke, terutama bila ada faktor usia dan tekanan mental yang tinggi.
Namun, kebiasaan positif seperti rutin berolahraga, berpikir optimis, dan menjaga pola makan tetap memberi perlindungan besar terhadap kesehatan jantung dan otak.***
- stroke ringan
- Kak Seto
Redaktur: Weti Aprianti
Penulis: Weti Aprianti
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.