- Home
-
- Entertainment
-
- Pernah Dipakai Ammar Zon...
Pernah Dipakai Ammar Zoni, Intip Seramnya Sel Tikus di Penjara: Dari Minim Cahaya Hingga Bisa Sebabkan Depresi?
Senin, 27 Okt 2025, 08:00 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Istilah sel tikus sudah lama dikenal dalam dunia pemasyarakatan Indonesia sebagai salah satu bentuk hukuman disiplin bagi narapidana yang dianggap melakukan pelanggaran berat.
Namun, banyak orang mungkin tidak benar-benar memahami seperti apa kondisi dan suasana di dalam sel tersebut.
Disebut sebagai sel tikus bukan tanpa alasan, tempat ini dikenal sangat sempit, pengap, minim cahaya, dan jauh dari layak untuk dihuni manusia.
Ukuran Minim
Setiap rumah tahanan (rutan) atau lembaga pemasyarakatan (lapas) memiliki ukuran dan fasilitas sel tikus yang berbeda-beda.
Tetapi secara umum, ukurannya sangat kecil, rata-rata hanya sekitar 1,5 x 3 meter. Dengan ruang sesempit itu, banyak napi harus tidur dengan posisi meringkuk atau bergantian bersandar saat istirahat.
Meski idealnya hanya dihuni satu orang, dalam kondisi tertentu sel tikus dapat menampung dua bahkan tiga orang sekaligus.
Kondisi ini membuat suasana semakin tidak manusiawi, karena ruang gerak yang sudah minim menjadi hampir tidak ada sama sekali. Sering kali, tidak ada ranjang, tidak ada tikar, apalagi bantal.
Narapidana harus tidur langsung di lantai semen yang dingin dan lembap.
Jauh dari Kata Bersih
Lingkungan sel tikus juga jauh dari kata bersih. Dari namanya saja sudah menggambarkan kondisi yang kerap dipenuhi hewan pengerat seperti tikus, kecoak, dan serangga lainnya.
Bau menusuk dari keringat, lembap, dan terkadang urine yang tidak terserap menjadi aroma yang biasa dalam ruangan tersebut. Ventilasi udara yang minim membuat udara di dalamnya terasa sangat pengap dan menekan napas.
Sel tikus bukan hanya hukuman fisik, tetapi juga hukuman psikologis. Gelap, sempit, sunyi, dan terisolasi membuat banyak napi merasakan tekanan mental yang berat.
Tak heran jika banyak napi yang mungkin mengalami halusinasi atau kecemasan ekstrem karena terlalu lama berada dalam ruang tanpa interaksi dan cahaya.
Penempatan seorang napi ke dalam sel tikus biasanya dilakukan ketika yang bersangkutan melanggar tata tertib penjara.
Contohnya, tertangkap membawa barang terlarang, ikut melakukan kekerasan, atau memiliki akses yang tidak diizinkan.
Hukuman ini dapat berlangsung dari hitungan hari hingga berminggu-minggu, tergantung tingkat pelanggaran dan kebijakan lapas.
Bagi banyak napi, sel tikus menjadi pengalaman paling mengerikan selama menjalani masa hukuman.
Tempat ini menjadi simbol disiplin keras di balik tembok penjara, bukan hanya mengekang tubuh, tetapi juga menguji ketahanan mental seseorang hingga batas paling rapuh.***
- Ammar Zoni
- sel tikus
Redaktur: Weti Aprianti
Penulis: Weti Aprianti
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.