Tips Jitu Diet Intermittent Fasting yang Aman dan Nyaman Dilakukan Sehari-hari
Jum'at, 24 Okt 2025, 19:30 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Intermittent fasting (IF) merupakan metode pengaturan pola makan dengan membatasi waktu untuk makan dan memberi jeda pada tubuh untuk berpuasa.
Berbeda dengan diet yang mengatur jenis makanan tertentu, IF berfokus pada kapan seseorang makan.
Namun, banyak orang khawatir metode ini akan mengganggu aktivitas harian, terutama bagi mereka yang memiliki jadwal padat. Sebenarnya, dengan strategi yang tepat, IF dapat diterapkan secara fleksibel tanpa menurunkan produktivitas.
Atur Pola yang Sesuai
Langkah pertama adalah memilih pola waktu puasa yang sesuai. Beberapa pola umum seperti 16/8 (puasa 16 jam, makan 8 jam) atau 14/10 cenderung lebih mudah diterapkan pemula.
Misalnya, jika memilih pola 16/8, kamu dapat melewatkan sarapan dan mulai makan pada pukul 12.00 siang, lalu berhenti makan pada pukul 20.00 malam.
Pilihan ini tidak mengganggu aktivitas kerja di pagi hari, karena tubuh masih memiliki cadangan energi dari makanan sehari sebelumnya.
Selama masa adaptasi, tubuh memerlukan waktu untuk terbiasa. Agar lebih nyaman, kurangi konsumsi gula dan karbohidrat sederhana secara bertahap di minggu pertama.
Ini membantu mengurangi rasa lapar berlebih dan mencegah penurunan energi mendadak. Selain itu, pastikan tubuh tetap terhidrasi.
Air putih, teh tawar, atau kopi tanpa gula aman dikonsumsi selama puasa dan justru membantu mengurangi rasa lapar.
Perhatikan Kualitas Makanan
Kualitas makanan saat eating window juga penting. Pilih makanan kaya protein, serat, lemak sehat, serta karbohidrat kompleks.
Misalnya, ayam panggang, ikan, telur, alpukat, sayuran hijau, oatmeal, atau nasi merah. Hindari makanan olahan yang tinggi garam dan gula karena dapat memicu rasa lapar lebih cepat.
Intermittent fasting tidak berarti makan sembarangan selama 8 jam, keseimbangan nutrisi tetap menjadi kunci.
Untuk mencegah gangguan aktivitas, perhatikan sinyal tubuh. Jika merasa pusing atau sangat lemas di awal masa adaptasi, sesuaikan jadwal atau kurangi durasi puasa menjadi yang lebih pendek, misalnya 12/12.
Seiring waktu, metabolisme tubuh akan lebih stabil dan rasa lapar di pagi hari akan berkurang dengan sendirinya.
Terakhir, kombinasikan dengan aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki, yoga, atau peregangan.
Latihan berat tetap bisa dilakukan, namun lebih ideal dilakukan mendekati waktu makan agar tubuh memiliki energi cukup untuk pulih.
Dengan perencanaan yang tepat, intermittent fasting dapat diterapkan tanpa mengganggu rutinitas.
Fokus pada konsistensi, hidrasi, dan pemilihan makanan agar tubuh tetap bertenaga dan kesehatan tetap terjaga.***
- Diet Intermittent Fasting
Redaktur: Weti Aprianti
Penulis: Weti Aprianti
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.