Kolaborasi dengan Louis Vuitton Gagal Total, Rihanna Alami Kerugian Puluhan Juta Dolar!

Kamis, 23 Okt 2025, 09:15 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Penyanyi sekaligus pengusaha sukses Rihanna dikabarkan mengalami kerugian besar setelah proyek bisnis fesyen mewah hasil kolaborasinya dengan Louis Vuitton berakhir gagal.

Berdasarkan laporan keuangan terbaru perusahaan miliknya di Inggris, Denim UK Holdings, Rihanna kehilangan sekitar 36 juta dolar AS atau setara dengan Rp598 miliar akibat penutupan lini fesyen “Fenty.”

Ket. Foto: Rihanna alami kerugian jutaan dollar! — Sumber: Instagram/badgalriri

Rihanna, yang kini berusia 37 tahun, pertama kali meluncurkan lini fesyen tersebut pada tahun 2019 bekerja sama dengan LVMH (Louis Vuitton Moët Hennessy), perusahaan mode dan barang mewah asal Prancis.

Kolaborasi itu sempat menjadi sorotan dunia karena menjadikan Rihanna sebagai wanita kulit hitam pertama yang memimpin rumah mode di bawah naungan LVMH.

Namun, hanya dua tahun berselang, proyek ambisius tersebut resmi ditutup pada 2021, terutama karena dampak pandemi Covid-19 yang mengguncang industri mode global.

Menurut laporan tersebut, pandemi menjadi salah satu penyebab utama kegagalan bisnis karena pembatasan perjalanan internasional membuat Rihanna tidak bisa mengunjungi atelier di Paris maupun pabrik di Italia, tempat sebagian besar produksi dilakukan. Kondisi itu menghambat kontrol kualitas dan strategi pemasaran yang telah dirancang sejak awal.

Saat proyek “Fenty” diluncurkan, Rihanna diketahui menanamkan modal sebesar 34,86 juta dolar AS, sementara LVMH berkontribusi sedikit lebih besar, yakni 34,88 juta dolar AS.

Perusahaan tersebut beroperasi di bawah nama Project Loud France, terinspirasi dari album kelima Rihanna, Loud. Meski total kekayaan bersih Rihanna mencapai 1,4 miliar dolar AS, kerugian tetap signifikan karena modal pribadi disalurkan melalui Denim UK Holdings, di mana ia memegang 49,99 persen saham.

Pada tahun 2021, Rihanna dan LVMH akhirnya sepakat menghentikan operasional Fenty Fashion House untuk fokus pada lini bisnis yang lebih sukses, yakni Fenty Beauty, Fenty Skin, dan Savage x Fenty.

Dalam pernyataan resmi bersama, kedua pihak menegaskan, “LVMH dan Rihanna menegaskan kembali komitmen mereka untuk fokus pada pertumbuhan dan pengembangan jangka panjang ekosistem Fenty, terutama pada lini kosmetik, perawatan kulit, dan lingerie.”

Awalnya, lini fesyen Fenty dirancang untuk melengkapi kesuksesan produk kecantikan dan pakaian dalam Rihanna dengan menghadirkan koleksi pakaian, sepatu, dan aksesori mewah.

Namun, strategi harga justru menjadi kendala utama. Menurut laporan Daily Mail, beberapa produk seperti jaket denim berlapis dijual hampir 1.000 dolar AS, sedangkan gaun korset mencapai 810 dolar AS.

Harga yang terlalu tinggi dianggap tidak sesuai dengan pasar utama Rihanna, yang selama ini dikenal lewat produk glamor namun terjangkau.

Kegagalan lini fesyen ini menjadi pelajaran penting bagi Rihanna, meski ia tetap menjadi salah satu pengusaha perempuan tersukses di dunia hiburan berkat keberhasilan bisnis kecantikan dan lingerie miliknya yang kini bernilai miliaran dolar.

  • Bisnis Fashion Rihanna Gagal
  • Rihanna Bangkrut

Redaktur: Fitrya A Kusumah

Penulis: Fitrya A Kusumah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.