Misteri Pulau Nusakambangan: Penjara Angker Lapas Ammar Zoni yang Diyakini Jadi Istana Dedemit Penguasa Jawa
Jum'at, 17 Okt 2025, 10:15 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Ammar Zoni kembali menjadi tajuk utama setelah dipindahkan ke Lapas Super Maximum Security Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Aktor sinetron itu kini resmi menjadi penghuni penjara paling menyeramkan di Indonesia, yang dikenal sebagai Alcatraznya Nusantara.
Namun di balik citra kelamnya sebagai lokasi eksekusi mati dan tempat para narapidana kelas berat seperti pelaku Bom Bali, Amrozi, hingga Bali Nine, Nusakambangan menyimpan rahasia lain, lebih tua, lebih gelap, dan lebih sulit dijelaskan: konon pulau ini adalah pusat pemerintahan makhluk halus se Jawa.
Nusakambangan: Penjara di Dunia Nyata, Kerajaan di Dunia Gaib
Jauh sebelum Belanda membangun penjara di sana, Nusakambangan sudah terkenal dengan reputasi mistisnya. Dalam naskah kuno dan cerita wayang purwa, pulau ini disebut dengan berbagai nama: Nusa Kambana, Nusa Barambang, hingga Watu Masigid.
Menurut Dr. Purwadi, M.Hum, pakar budaya dari Lembaga Olah Kajian Nusantara (LOKANTARA), pulau ini digambarkan sebagai Kahyangan Nusa Kambana, sebuah alam yang wingit dan angker, tempat bersemayamnya Bethari Durga, dewi kematian dan penguasa makhluk halus.
Dalam legenda, Durga, juga disebut Sang Hyang Pramoni atau Bathari Kalayuwati tinggal di istana megah bernama Watu Masigid, yang seluruhnya terbuat dari emas. Dari sanalah ia memerintah para jin, buta, dan lelembut yang tersebar di seluruh tanah Jawa.
Pulau ini dipercaya sebagai ibu kota dunia gaib, tempat semua penguasa makhluk halus wajib melapor setiap tahun. Mereka datang dari berbagai wilayah, seperti Jin Balabatu dari Blambangan, Sidagori dari Pacitan, Buta Locaya dari Kediri, hingga Kala Jangga dari Malang. Ritual tahunan itu disebut caos glondhong pengareng-areng, semacam upeti spiritual bagi ratu segala ratu di alam gaib.
Upacara Keraton dan Aura Sakral
Hubungan dunia nyata dan dunia halus di Nusakambangan bahkan diakui dalam tradisi kerajaan. Keraton Surakarta Hadiningrat hingga kini masih menggelar Upacara Maesa Lawung, persembahan kepala kerbau untuk menghormati Bathari Durga. Upacara ini dianggap sebagai bentuk penghormatan kepada penguasa gaib Nusakambangan, agar keseimbangan antara dua dunia tetap terjaga.
Tak hanya itu, pulau ini juga diyakini sebagai tanah tumbuhnya bunga Wijaya Kusuma, bunga legendaris yang konon memberi kewibawaan dan keabadian kekuasaan bagi siapa pun yang berhasil memetiknya.
Karena itu, raja-raja Mataram kuno seperti Amangkurat Amral (1677â1703) pernah melakukan ritual rahasia di sana demi mempertahankan tahta dan kemuliaan dinasti.
Dua Dunia, Satu Pulau
Kini, di abad modern, Nusakambangan menjadi simbol paradoks antara hukum dan kepercayaan. Di satu sisi, pulau ini menampung para narapidana berisiko tinggi seperti Ammar Zoni dan gembong narkoba internasional. Di sisi lain, kisah mistisnya tak pernah pudar.
Masyarakat sekitar Cilacap percaya bahwa setiap malam tertentu, terutama menjelang bulan purnama, pulau ini dipenuhi aktivitas gaib, mulai dari suara gamelan halus, cahaya misterius di balik hutan, hingga penampakan sosok wanita berjubah hitam yang dipercaya sebagai penjaga Watu Masigid.
Nusakambangan, dengan segala aura angkernya, menjadi simbol pertemuan antara dunia manusia yang keras dan dunia gaib yang abadi. Sebuah tempat di mana penebusan dosa dan kekuasaan mistis berdiri berdampingan di atas tanah yang sama.
- jawa tengah
- Ammar Zoni
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.