20 Sandera Israel Dibebaskan, Perang di Gaza Berakhir

Selasa, 14 Okt 2025, 09:33 WIB

WASHINGTON- Hanya beberapa menit setelah kelompok perlawanan Palestina Hamas membebaskan 20 sandera Israel yang masih hidup dan ditahan di wilayah kantong pesisir tersebut, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump pada Senin (13/10) menyatakan perang Israel di Jalur Gaza, Palestina, berakhir secara resmi.

Ketika ditanya wartawan apakah perang di Gaza telah usai, Trump menjawab singkat, “Ya,” saat ia bersiap untuk berpidato di hadapan anggota parlemen Israel di Knesset.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Brigade Al-Qassam yang merupakan sayap militer Hamas, menuntaskan pembebasan 20 sandera Israel yang masih hidup pada Senin.

Para sandera itu diserahkan kepada tim Palang Merah di Jalur Gaza dalam dua kelompok. Sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata 20 poin antara Israel dan Hamas yang dimediasi oleh Trump, pembebasan sandera Israel itu ditukar dengan pembebasan 1.968 tahanan Palestina, termasuk 250 orang yang divonis seumur hidup.

Kantor Media Tahanan Palestina melaporkan pada Senin bahwa pembebasan para tahanan Palestina juga telah dimulai, setelah bus-bus yang membawa mereka meninggalkan penjara-penjara Israel menuju Gaza dan Tepi Barat.

Dibebaskan dari Penjara

Kantor berita Sputnik seperti dikutip dari Antara memberitakan sebanyak 1.966 warga Palestina yang menjadi tahanan Israel dikabarkan telah menaiki bus yang akan membawa mereka pulang.

Mengutip laporan Reuters, kantor berita Russia itu menyebutkan bahwa warga Palestina itu dibebaskan dari penjara-penjara Israel sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata dengan kelompok perlawanan Hamas.

Presiden AS Donald Trump pekan lalu mengumumkan kesepakatan itu dan kedua pihak yang bertikai akan menjalankan tahap pertama rencana perdamaian di Jalur Gaza.

Selama tahap pertama tersebut, Hamas akan membebaskan warga Israel yang mereka sandera dan Israel akan menarik pasukannya ke garis yang telah disepakati di Jalur Gaza.

Israel juga akan membebaskan ratusan warga Palestina yang ditahan, termasuk mereka yang menjalani vonis seumur hidup.

Sementara itu, Komite Internasional Palang Merah (ICRC) menyerahkan tujuh sandera pertama kepada militer Israel di Jalur Gaza, seperti dilaporkan stasiun penyiaran publik Kan pada Senin.

Sementara itu, puluhan ribu warga Palestina berangkat menuju wilayah yang dikosongkan oleh pasukan Israel setelah gencatan senjata berlaku pada Jumat. Warga yang mengungsi berangkat dari Gaza selatan ke rumah mereka di utara, sebagian besar berjalan kaki.

Beberapa orang melakukan perjalanan berjam-jam menggunakan beberapa kendaraan yang masih beroperasi di tengah kekurangan bahan bakar, sedangkan lainnya menggunakan gerobak yang ditarik hewan, sepeda, dan sepeda motor.

Secara bersamaan, ribuan orang kembali ke rumah mereka di Jalur Gaza tengah dan beberapa bagian timur Khan Younis di selatan melalui Jalan Al-Rashid di pesisir barat dan Jalan Salah al-Din di timur.

Ratusan warga sipil yang mengungsi harus mendirikan tenda di atas reruntuhan rumah mereka setelah kembali.

  • konflik Israel Palestina

Redaktur: Diapari S

Penulis: Diapari S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.