Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Sharimaya Ulfina, karyawan yang telah bergabung dengan RANS Entertainment selama hampir empat tahun.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada akhir September lalu, wanita yang akrab disapa Maya itu mengumumkan bahwa dirinya resmi mengundurkan diri dari posisinya sebagai Produser Toko Mama Gigi.
Dalam unggahan tersebut, Maya secara jujur mengungkapkan alasan di balik keputusannya meninggalkan perusahaan. Ia mengaku tidak lagi sanggup menahan beban kerja yang berat dan padat.
âAlasan resign dari RANS, Gak banyak yang tahu kalau kerja di sini tuh sepadat dan secapek itu. Gak banyak yang tahu juga kalau RANS adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang agency,â tulisnya.
âKalian tahu kan gimana rasanya kerja di agency? Capek, iya capek, dan banyak menguras waktu serta tenaga. Tapi Alhamdulillah, aku bisa bertahan hampir empat tahun,â pungkasnya dengan nada lega.
Unggahan Maya itu sontak mendapat banyak komentar dari netizen yang memberikan dukungan dan rasa salut atas dedikasinya selama ini. Namun, ternyata ia bukan satu-satunya yang memutuskan untuk mundur.
Dari pantauan di media sosial Threads, sejumlah nama lain juga disebut telah meninggalkan RANS Entertainment.
 âLutfi, mantan manajer Nagita Slavina, keluar untuk mencari peluang yang lebih baik, dan Raffi juga Nagita mendukung keputusannya,â tulis salah satu unggahan yang membahas daftar karyawan yang hengkang.
Unggahan itu juga menyebut, âMas Olik, fotografer RANS, dikabarkan mengundurkan diri pada akhir tahun 2024. Midun Fadli juga memutuskan mundur dari RANS untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga di Lampung.â
Hingga saat ini, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina belum memberikan klarifikasi resmi mengenai gelombang karyawan yang keluar dari perusahaan mereka. Namun, kabar ini menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan publik mengenai kondisi internal RANS Entertainment.
Meski begitu, banyak pihak tetap menilai bahwa keputusan para karyawan untuk mencari peluang baru merupakan hal yang wajar, terutama mengingat tekanan tinggi dan ritme kerja yang cepat di dunia industri hiburan digital seperti RANS Entertainment.