10 Tahun Dieksploitasi Manajernya! DPR Ian Sebut Scott Kim Rampas Hak dan Royalti Karyanya

Kamis, 09 Okt 2025, 12:30 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Jagat media sosial diguncang oleh ledakan emosi dari musisi sekaligus sutradara kreatif asal Korea Selatan, DPR Ian, yang blak-blakan membongkar dugaan eksploitasi finansial dan pengkhianatan dari mantan manajernya, Scott Kim, alias DPR REM.

Melalui serangkaian unggahan emosional di akun X (sebelumnya Twitter) pada Selasa, 7 Oktober 2025, Ian yang bernama asli Christian Yu menumpahkan seluruh kekesalannya setelah merasa dimanfaatkan selama satu dekade penuh dalam perjalanan kariernya di bawah kolektif Dream Perfect Regime (DPR).

Ket. Foto: DPR Ian ngamuk di media sosial — Sumber: Tangkapan Layar

Tak tanggung-tanggung, Ian menuding Scott Kim telah mengambil keuntungan besar dari kerja kerasnya, sementara dirinya justru hidup dalam kesulitan finansial.

“Aku yang mengedit, membuat efek visual (VFX), dan menciptakan konsep DPR dari nol!” tulis Ian dengan nada penuh amarah.

Dalam lanjutan cuitannya, Ian mengungkap fakta mengejutkan bahwa penghasilan yang ia terima selama 10 tahun bekerja di DPR justru lebih kecil dibanding gaji sekretaris yang ia rekrut sendiri.

“Dan selama 10 tahun terakhir, setelah aku memberikan seluruh hidupku untuk ini, aku malah dapat (penghasilan) lebih sedikit dari sekretaris yang kurekrut sendiri. Itu semua terjadi di bawah aturan Scott,” lanjutnya.

Konflik antara keduanya ternyata bukan hanya soal uang. Ian yang kini menjabat sebagai CEO DPR merasa dikhianati setelah hak cipta dan royalti atas karya-karyanya diduga diambil alih oleh Scott.

Kasus ini bukan pertama kalinya isu internal DPR mencuat. Pada Januari 2024, Ian juga sempat menegaskan bahwa hanya dirinya dan DPR Cream yang bertanggung jawab atas produksi lagu-lagu hits mereka, membantah klaim yang mencantumkan nama Scott Kim sebagai kontributor.

Situasi makin panas ketika Ian dituding menjadi penyebab hengkangnya rekan satu grupnya, DPR LIVE (Hong Dabin). Dengan nada tinggi, ia membantah tuduhan itu secara terbuka.

“Sialan kalian semua yang menyalahkanku, yang berpikir kalau LIVE (Dabin) pergi gara-gara aku! Padahal aku yang selama ini melakukan apapun cuma untuk bantu dia,” semburnya.

Unggahan DPR Ian ini langsung jadi perbincangan luas di media sosial. Para penggemar, yang dikenal sebagai DREAMers, menyoroti betapa dalamnya konflik internal yang selama ini tersembunyi di balik citra profesional DPR.

Kasus ini membuka tabir gelap di balik gemerlapnya dunia musik independen Korea Selatan, di mana persahabatan, kreativitas, dan kekuasaan bisa berubah menjadi ajang perebutan keuntungan dan pengkhianatan.

Kini, publik menantikan tanggapan resmi dari Scott Kim dan anggota DPR lainnya untuk mengetahui bagaimana nasib kolektif musik yang selama ini dikenal solid dan penuh semangat kolaborasi itu akan berlanjut.

  • DPR Ian di Eksploitasi
  • Kasus DPR Ian

Redaktur: Fitrya A Kusumah

Penulis: Fitrya A Kusumah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.