Ibu Tasya Kamila Lakukan Operasi Bariatrik Berujung Sisa Lambung Segede Sedotan, Waspada Bahaya Mengintai!

Kamis, 02 Okt 2025, 14:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Penyanyi sekaligus aktris Tasya Kamila membagikan kisah perjuangan sang ibunda, Isverina Andriany, yang baru saja menjalani operasi bariatrik.

Keputusan ini diambil setelah lebih dari dua dekade upaya diet tidak membuahkan hasil signifikan.

Ket. Foto: — Sumber: Instagram/@tasyakamila

Dalam unggahannya, Tasya mengungkapkan bahwa sang ibu mengalami obesitas tingkat 3, dengan berat badan stagnan di angka 105–110 kilogram sejak 2020.

Kondisi ini tidak hanya memengaruhi penampilan, tetapi juga kesehatan secara menyeluruh. Obesitas sudah berdampak pada banyak penyakit, mulai dari diabetes, fatty liver, kolesterol tinggi, hipertensi, sleep apnea, hingga kesulitan bergerak.

Putuskan Operasi Bariatrik

Selama beberapa tahun terakhir, berbagai metode diet telah dicoba. Namun, berat badan tak kunjung turun dan justru semakin memperparah kondisi kesehatan.

Akhirnya, keluarga sepakat menempuh jalur medis melalui operasi bariatrik, sebuah prosedur untuk mengurangi volume lambung sekaligus mengatur pusat selera makan.

Dengan cara ini, pasien diharapkan mampu mengendalikan porsi makanan dan memperoleh penurunan berat badan lebih stabil.

Bahaya yang Mengintai dari Operasi Bariatrik

Meski dianggap efektif, operasi bariatrik bukan tanpa risiko. Prosedur ini termasuk tindakan besar yang dapat menimbulkan komplikasi serius bila tidak ditangani dengan tepat.

Dilansir dari laman In Health, beberapa bahaya yang mungkin mengintai antara lain:

Komplikasi Bedah – Seperti pendarahan, infeksi, atau kebocoran pada lambung akibat sayatan operasi.

Gangguan Nutrisi – Karena ukuran lambung diperkecil, penyerapan nutrisi bisa terganggu sehingga pasien rentan mengalami kekurangan vitamin dan mineral.

Masalah Pencernaan – Mual, muntah, diare, atau sindrom dumping (makanan bergerak terlalu cepat ke usus kecil) dapat muncul pasca operasi.

Risiko Jangka Panjang – Beberapa pasien berpotensi mengalami penyempitan saluran pencernaan atau hernia internal setelah bertahun-tahun menjalani prosedur ini.

Perubahan Psikologis – Adaptasi pola makan yang drastis dapat memengaruhi kondisi emosional, bahkan memicu stres atau depresi jika pasien tidak mendapat pendampingan.

Karena itu, operasi bariatrik sebaiknya menjadi pilihan terakhir setelah berbagai cara konvensional gagal. P

asien perlu menjalani pemantauan ketat dari dokter gizi, ahli bedah, dan psikolog untuk memastikan keberhasilan sekaligus meminimalisasi risiko.

Kisah Isverina Andriany menjadi pengingat bahwa obesitas bukan sekadar masalah estetika, melainkan penyakit serius yang membutuhkan penanganan komprehensif.

Dukungan keluarga, gaya hidup sehat, serta pendampingan medis tetap menjadi kunci utama dalam perjalanan menuju tubuh sehat dan berkualitas.***

  • Ibu Tasya Kamila Lakukan Operasi Bariatrik

Redaktur: Weti Aprianti

Penulis: Weti Aprianti

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.