Program Makan Bergizi Gratis Picu Ribuan Anak Keracunan, Ini 5 Bakteri Penyebab

Selasa, 30 Sep 2025, 16:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas untuk meningkatkan status gizi anak sekolah justru menimbulkan kehebohan nasional. Alih-alih menyehatkan, ribuan siswa dari berbagai daerah justru mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan.

Data terbaru dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat, hanya dalam kurun waktu dua pekan terakhir, sebanyak 3.289 anak mengalami gejala keracunan.

Ket. Foto: — Sumber: Freepik

Sejak program MBG berjalan, total kasus yang dilaporkan sudah mencapai 8.649 anak. Gejalanya pun tidak ringan, mulai dari mual, muntah, diare, hingga lemas berkepanjangan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa gizi tinggi tidak cukup untuk menjamin kesehatan. Faktor kebersihan, pengolahan, dan penyimpanan makanan memegang peran penting dalam mencegah keracunan. Berikut adalah lima bakteri yang paling sering jadi biang kerok.

1. Bacillus cereus

Dikenal dengan istilah fried rice syndrome, bakteri ini banyak ditemukan pada nasi goreng, mi, atau makanan yang dibiarkan di suhu ruang terlalu lama. Kasus besar pernah terjadi di Kabupaten Bandung Barat dengan lebih dari 1.333 orang terdampak.

Gejalanya berupa muntah dalam waktu 30 menit setelah makan, atau diare yang muncul 6–15 jam kemudian.

2. Salmonella

Umumnya terdapat pada telur, ayam, dan produk susu. Menurut WHO, gejalanya timbul 6–72 jam setelah konsumsi: diare, demam, mual, hingga muntah. Pada anak-anak dan lansia, infeksi ini bisa berlangsung lebih berat hingga 7 hari.

3. Staphylococcus aureus

Bakteri yang hidup di kulit manusia ini menghasilkan racun tahan panas. Sekalipun makanan sudah dimasak, racunnya tetap bisa memicu keracunan. Gejala muncul cepat, mulai 30 menit hingga 8 jam setelah konsumsi, berupa muntah hebat dan diare.

4. Escherichia coli (E. coli)

Strain berbahaya seperti STEC dapat menyebabkan diare berdarah hingga gagal ginjal (hemolytic uremic syndrome). Masa inkubasi lebih lama, yakni 2–5 hari setelah konsumsi.

Penularannya sering berasal dari daging sapi giling setengah matang, susu mentah, atau sayuran tercemar.

5. Clostridium perfringens

Sering muncul pada makanan massal, bakteri ini menyebabkan gejala 6–24 jam setelah konsumsi. Walau umumnya sembuh dalam 1–2 hari, pasien dengan imun lemah bisa mengalami gejala berat.

Kasus MBG yang berujung keracunan ini menjadi alarm serius. Program makan sehat tetap dibutuhkan, namun tanpa standar keamanan pangan yang ketat, tujuan mulia ini justru bisa berubah menjadi ancaman kesehatan massal bagi ribuan anak sekolah.

  • Keracunan MBG
  • Bakteri Penyebab Keracunan di MBG

Redaktur: Fitrya A Kusumah

Penulis: Fitrya A Kusumah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.