6 Bahan Skincare Berbahaya yang Bisa Picu Kanker, Waspada Racun Terselubung di Produk Kecantikan!

Senin, 22 Sep 2025, 17:15 WIB
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Produk skincare dan selfcare seringkali dianggap penyelamat kulit, padahal diam-diam bisa menjadi bumerang bagi kesehatan. Di balik klaim “mencerahkan” atau “melembapkan,” ada sejumlah bahan kimia berbahaya yang terbukti memicu masalah serius, bahkan kanker.
Uni Eropa sudah mengambil langkah tegas, lebih dari 1.600 bahan kimia dilarang penggunaannya dalam kosmetik.
Inggris dan Australia juga tidak mau ketinggalan. Sayangnya, di banyak negara lain, termasuk Amerika Serikat, sebagian bahan berbahaya ini masih bebas beredar.
Kenapa harus waspada? Menurut dr. Lola Shahine, rata-rata perempuan menggunakan 12 produk kecantikan setiap hari. Itu belum termasuk paparan deterjen, pembersih rumah, hingga wewangian sintetis.
Akumulasi bahan kimia ini jelas bisa menimbulkan dampak kesehatan jangka panjang, meski jarang disadari.
Berikut enam bahan skincare dan selfcare yang wajib diwaspadai!
1. Formaldehida
Sering ditemukan pada produk pelurus rambut, pengeras kuku, lotion, bahkan lem bulu mata. Zat ini adalah karsinogen berbahaya dan iritan pernapasan. Uni Eropa dan Inggris sudah melarang total penggunaannya.
2. Triclosan
Biasa ada di sabun, obat kumur, hingga hand sanitizer. Triclosan dapat memicu gangguan hormon, masalah kesuburan, bahkan meningkatkan risiko osteoarthritis. Australia hanya memperbolehkan maksimal 0,3%.
3. DBP & Ftalat
Bahan yang kerap dipakai dalam cat kuku dan parfum ini bisa mengacaukan sistem hormonal, memicu obesitas, diabetes, hingga infertilitas. Uni Eropa sudah melabelinya sebagai racun reproduksi.
4. Lilial
Pewangi sintetis yang populer dalam parfum dan lotion ini dilarang di Eropa sejak 2022 karena berbahaya bagi fungsi reproduksi. Para ahli bahkan menyarankan menghindari semua produk beraroma tambahan.
5. Zinc Pyrithione (ZPT)
Biasa ada di sampo antiketombe, ZPT bisa menyebabkan iritasi kulit, alergi, hingga mengganggu ekosistem perairan. Uni Eropa melarangnya sejak 2022.
6. Selenium Sulfida
Digunakan dalam sampo antijamur, zat ini terbukti meningkatkan risiko kanker dan kini dilarang di Uni Eropa.
Fenomena ini mengingatkan kita bahwa kecantikan tidak boleh dibayar dengan kesehatan. Produk berlabel “aman” atau “alami” pun tetap harus diwaspadai.
Kuncinya, selalu cek label, cari informasi independen, dan jangan ragu berkonsultasi dengan ahli.
Karena pada akhirnya, kulit glowing tidak ada artinya jika diam-diam tubuh sedang diracuni oleh bahan berbahaya.
Jadi, sebelum membeli skincare, pastikan kamu tahu apa saja yang tersembunyi di balik botol cantiknya.
  • skincare
  • kanker

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.