Tak Tahan Lihat Uang Haram! Sophan Sophiaan Rela Tinggalkan Kursi DPR, Andy F. Noya Ungkap Kisahnya

Kamis, 18 Sep 2025, 15:30 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Jurnalis senior Andy F. Noya kembali membuka kisah tentang almarhum Sophan Sophiaan, seorang aktor sekaligus politisi yang dikenal memiliki integritas tinggi.

Dalam sebuah kesempatan, Andy menceritakan bagaimana Sophan memilih jalan berbeda ketika berada di kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Keputusan itu lahir bukan karena ambisi, melainkan karena kegelisahan nurani.

Ket. Foto: — Sumber: Instagram/@nyinyir_update_official

Menurut Andy, Sophan merasa tidak mampu menutup mata terhadap praktik yang terjadi di sekitarnya. Saat itu, ia melihat sendiri bagaimana ada anggota dewan yang kerap menerima uang dengan cara yang menurutnya tidak benar. Hal ini membuat batinnya memberontak, karena ia tidak ingin mencederai hati nurani maupun integritas pribadi.

“Aku lupa lokasinya dimana, tapi di DPR dia bilang ‘aku nggak tahan’. Nggak tahan apa? Aku nggak tahan, harus mengundurkan diri dari keanggotaanku di DPR,” kata Andy menirukan pengakuan Sophan.

Jengah Lihat Praktik Uang Haram

Lebih jauh, Andy menuturkan bahwa Sophan menjelaskan alasan di balik keputusannya tersebut. Ia merasa tidak sanggup berada dalam situasi yang membuatnya harus melihat praktik uang haram terjadi di depan mata.

“Apa yang terjadi? Hati nuraniku nggak bisa terima, setiap hari aku melihat orang-orang menerima uang-uang yang menurut dia haram. Aku tidak mau terima dan aku dikucilkan, aku tidak mau terima ditertawakan, batinku berontak,” begitu Andy mengutip kata-kata sahabatnya itu.

Sikap Sophan ini memperlihatkan keberanian moral yang jarang ditemui. Bagi sebagian orang, jabatan di DPR adalah posisi bergengsi, sarana untuk memperluas pengaruh, bahkan kesempatan memperbaiki kehidupan.

Namun bagi Sophan, semua itu tidak ada artinya jika harus menggadaikan prinsip. Ia memilih menjaga kebersihan hati meski harus melepaskan jabatan yang telah dipercayakan kepadanya.

Keputusan tersebut tentu tidak mudah. Mengundurkan diri dari DPR berarti meninggalkan panggung politik yang bisa menjadi jalur pengabdian.

Namun bagi Sophan, pengabdian tidak bisa dicapai dengan cara menutup mata pada penyimpangan. Baginya, integritas jauh lebih penting daripada sekadar posisi.

Sikap Teladan

Andy F. Noya menilai bahwa sikap Sophan adalah teladan nyata bagi generasi sekarang. Di tengah banyaknya cerita miring soal praktik politik, langkah yang diambil Sophan justru memperlihatkan bagaimana seorang wakil rakyat seharusnya menempatkan nurani di atas kepentingan pribadi.

Integritas, kejujuran, dan keberanian mengambil sikap adalah warisan moral yang ia tinggalkan.

Kisah ini juga menyentil kesadaran publik bahwa politik sering kali menjadi ruang yang penuh kompromi. Namun pengalaman Sophan menunjukkan bahwa selalu ada pilihan untuk tidak larut dalam arus.

Meski konsekuensinya berat, dikucilkan, ditertawakan, bahkan kehilangan posisi—tetap lebih baik dibanding mengorbankan prinsip demi kenyamanan sesaat.

Mengenang perjalanan hidup Sophan Sophiaan, publik tidak hanya teringat pada kiprahnya di dunia seni peran, tetapi juga pada keteguhan sikapnya dalam dunia politik.

Ia bukan hanya seorang aktor besar, tetapi juga sosok yang menempatkan kejujuran sebagai dasar dalam setiap langkahnya.

Andy F. Noya pun menutup kisahnya dengan refleksi: sikap Sophan Sophiaan patut dijadikan contoh bahwa jabatan hanyalah sementara, sementara integritas akan dikenang selamanya.***

  • Andy F Noya
  • Sophan Sophiaan tinggalkan DPR

Redaktur: Weti Aprianti

Penulis: Weti Aprianti

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.