Kasus ini mencuat ke publik setelah Amel menceritakan kronologinya dalam sebuah wawancara eksklusif dengan program Insert yang diunggah ke YouTube.
Dari kesaksian itu, terungkap bahwa bukan hanya Amel yang dirugikan, melainkan juga sejumlah Key Opinion Leader (KOL) ternama seperti Rachel Vennya, Awkarin, dan Dwi Handayani.
Kronologi Penipuan
Kisah ini bermula empat tahun lalu, saat Amel sedang hamil anak keduanya. Dalam kondisi fisik yang lemah, ia mencari cara agar bisnis Melstore tetap berjalan tanpa harus menguras tenaga.
Pada saat itulah ia bertemu seorang mantan manajer KOL berinisial B, yang kemudian memperkenalkannya kepada seorang pemilik agency berinisial A.
Karena sudah terjalin rasa percaya, Amel pun setuju bekerja sama. Lewat agency A, Amel berencana melakukan kolaborasi dengan tiga KOL besar, yakni Rachel Vennya, Awkarin, dan Dwi Handayani. Ia bahkan sempat bertemu langsung dengan mereka, yang semakin memperkuat keyakinannya.
Namun, setelah Amel melakukan transfer dana sebesar Rp2,1 miliar kepada agency A, proyek tidak juga berjalan. Lebih mengejutkan, para KOL tersebut ternyata sama sekali tidak menerima pembayaran. Dari situlah terungkap bahwa A diduga menipu kedua belah pihak dengan modus adu domba.
Perjuangan Hukum
Amel mengaku selama tiga tahun terakhir berusaha menuntaskan kasus ini lewat jalur hukum, meski prosesnya berjalan lambat. Yang membuatnya kecewa, sosok A justru masih bebas menikmati hidup mewah dan kerap memamerkan gaya hidup glamor di media sosial.
"Dia itu udah bikin korban, tapi hidupnya benar-benar santai, masih flexing sana sini," ujar Amel.
Meski sempat mendapat ancaman, Amel akhirnya memilih untuk bersuara. Tujuannya sederhana: mencegah adanya korban-korban baru. Saat ini, hubungannya dengan para KOL yang terlibat sudah kembali baik setelah sama-sama menyadari bahwa mereka menjadi korban dari skema yang sama.
Kasus penipuan Rp2,1 miliar yang menimpa Dinda Amelia Tanjung masih dalam proses hukum, dan publik menunggu langkah tegas aparat terhadap pelaku.