Terlambat Sarapan Bisa Bisa Picu Depresi dan Kematian Lebih Cepat? Ini Kata Peneliti!
Jum'at, 12 Sep 2025, 16:45 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Sarapan pagi selalu dipuji sebagai âmakanan paling penting sebagai pondasi dalam sehariâ tapi baruâbaru ini para ilmuwan menemukan bahwa kapan kita sarapan bisa sama pentingnya. Studi internasional terbaru yang dilakukan oleh Mass General Brigham di AS bersama peneliti di Turki dan Inggris menemukan bahwa menunda sarapan secara konsisten berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan fisik dan mental, serta risiko kematian yang lebih tinggi seiring bertambahnya usia.
Studi tersebut diikuti oleh 2.945 orang berusia antara 42 hingga 94 tahun selama lebih dari dua dekade. Hasilnya menunjukkan:
-
Mereka yang sering sarapan lebih lambat lebih banyak mengalami gejala depresi, kelelahan, gangguan tidur, dan masalah kesehatan mulut (mulai dari radang gusi hingga kerusakan gigi).Â
-
Keterlambatan sarapan juga dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih tinggi dibanding mereka yang sarapan lebih pagi.Â
-
Orang yang secara genetik memiliki kecenderungan menjadi ânight owlâ (aktif di malam hari, bangun lebih siang) cenderung makan pagi lebih terlambat serta memiliki gangguan ritme sirkadian yang memperparah kondisi kesehatan.
Kaitan Sarapan, Ritme Tubuh & Dampaknya
Menurut studi, waktu makan memiliki relasi erat dengan ritme sirkadian, jam biologis tubuh yang mengatur metabolisme, produksi hormon, tidur, dan fungsi tubuh lainnya. Ketika sarapan ditunda, terutama dalam kombinasi dengan kebiasaan begadang atau tidur yang tidak teratur, ritme ini bisa terganggu. Akibatnya:
-
Metabolisme jadi kurang efisien (pencernaan dan penyerapan nutrien terganggu)
-
Kualitas tidur menurun, yang ikut berkontribusi ke gangguan mood dan kelelahan kronis
-
Kondisi kesehatan mulut bisa memburuk karena mungkin waktu antara makan dan menyikat gigi jadi lebih lama atau kebiasaan sarapan yang buruk harus diikuti pola kebersihan mulut yang kurang
Metaâanalisis terhadap hampir 400.000 orang membuktikan bahwa melewatkan sarapan (skipping breakfast) terkait signifikan dengan peningkatan risiko depresi, stres, dan distress psikologis. Analisis lain menunjukkan bahwa adanya hubungan antara sarapan yang cukup energi di pagi hari (breakfast energy intake) dengan pengurangan risiko depresi khususnya pada orang dengan kondisi kardiovaskular.
Keterlambatan sarapan bukan cuma soal terlambat makan, ini bisa jadi indikator bahwa tubuhmu sedang menghadapi stres, gangguan tidur, atau masalah kesehatan lain. Semakin sering sarapan ditunda, semakin besar peluang gejala depresi, kelelahan, dan bahkan potensi penuaan dini.
- Kesehatan Mental
- gaya hidup sehat
Redaktur: Nuraini Andriani
Penulis: Nuraini Andriani
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.