- Home
-
- Entertainment
-
- Surat Cinta Wangi Kang D...
Surat Cinta Wangi Kang Dedi Mulyadi ke Kokom: Disangka Pelet, Kini Berujung CLBK?
Jum'at, 12 Sep 2025, 10:30 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Kisah cinta masa remaja seringkali hanya menjadi kenangan samar di sudut hati.
Namun bagi Dedi Mulyadi, Gubernur Jabar sekaligus tokoh yang dikenal sederhana dan apa adanya, kisah cintanya dengan cinta pertama saat SMA, Kokom Komariah, justru hadir kembali dengan cara yang begitu menyentuh.
Cerita mereka bak lagu legendaris Kisah Kasih di Sekolah, sebuah perjalanan cinta yang polos, penuh tawa, tapi juga menyimpan harapan yang tulus.
Bagi Kang Dedi, cinta kepada Ceu Kokom bukan sekadar nostalgia remaja. Ada kejujuran dan kesederhanaan yang membuat hubungan itu terasa abadi, bahkan setelah puluhan tahun berlalu.
Melalui konten yang kerap ia bagikan, Kang Dedi merangkum perjalanan hatinya dalam tiga langkah cinta, fase emosional yang ia jalani untuk kembali meraih perhatian cinta pertamanya.
Langkah 1: Surat Cinta yang Tak Pernah Sampai
Saat duduk di bangku SMA, Kang Dedi memberanikan diri menulis surat cinta untuk Kokom. Surat itu ditulis dengan hati yang berdebar-debar, dihiasi aroma wangi, seolah ingin menambah kesan romantis ala remaja tahun 80-an.
Namun nasib berkata lain. Surat tersebut tidak pernah dibalas, bahkan tidak benar-benar terbaca oleh Kokom.
Dalam kisah yang dibagikan Kang Dedi, terungkap bahwa surat itu sempat dianggap âberisi peletâ karena aroma wanginya begitu menyengat.
Kokom muda mengaku takut membukanya, dan akhirnya surat itu dibiarkan saja di kolong meja. Bagi Kang Dedi, momen itu menyimpan rasa getir, keberanian yang berujung sunyi. Tetapi justru dari situlah kisah cinta sederhana ini berakar.
Langkah 2: Nostalgia dan Pengakuan
Waktu berjalan puluhan tahun, jalan hidup membawa Kang Dedi dan Kokom ke arah masing-masing. Namun takdir mempertemukan mereka kembali.
Dalam sebuah momen penuh kehangatan, Kang Dedi mengungkapkan dengan jujur bahwa Kokom adalah cinta pertamanya.
Pertemuan itu terasa begitu emosional, ada tawa karena mengingat kelucuan masa remaja, tetapi juga haru ketika menyadari betapa kenangan itu tetap hidup di hati mereka.
Nostalgia tersebut seolah menghidupkan kembali ruang-ruang kecil di masa sekolah yang dulu hanya bisa disimpan dalam diam.
Langkah 3: CLBK dan Harapan Baru
Momen pertemuan kembali itu memunculkan sesuatu yang lebih dari sekadar nostalgia. Kang Dedi tampak terharu saat melihat foto-foto masa lalu Kokom, seolah menemukan kembali bagian dirinya yang sempat hilang.
Ia bahkan mengajak Kokom mengunjungi sekolah lama mereka, ingin menutup lingkaran kenangan dengan kebahagiaan baru.
Bagi banyak orang yang mengikuti kisah ini, âCLBKâ antara Kang Dedi dan Ceu Kokom bukanlah sekadar cerita cinta lama bersemi kembali.
Ini adalah simbol bahwa cinta pertama tak pernah benar-benar padam. Meski terhalang waktu dan perjalanan hidup, kejujuran perasaan mampu menjembatani kembali dua hati yang pernah bertemu.
Cinta yang Tak Lekang Waktu
Kisah Kang Dedi dan Ceu Kokom menjadi pengingat bahwa cinta sejati tidak selalu ditandai oleh kemewahan atau drama besar. Justru dalam kesederhanaan dan ketulusanlah cinta itu menemukan maknanya.
Surat cinta yang tak pernah sampai, tawa dalam nostalgia, hingga harapan baru yang tumbuh kembali, semua itu menjadikan cerita mereka begitu dekat di hati banyak orang.
Seperti kisah kasih di sekolah, cinta pertama memang punya ruang istimewa.
Dan lewat perjalanan tiga langkah cintanya, Kang Dedi menunjukkan bahwa kadang, cinta lama bukan sekadar kenangan, melainkan bagian dari takdir yang akhirnya menemukan jalannya kembali.***
- Dedi Mulyadi
- Kokom Komariah
Redaktur: Weti Aprianti
Penulis: Weti Aprianti
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.