Deretan Kontroversi Stafsus Presiden Zita Anjani, Dugaan Tak Profesional Disinggung!
Jum'at, 12 Sep 2025, 16:00 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Nama Zita Anjani, Utusan Khusus Presiden sekaligus politisi yang pernah menjabat di DPRD DKI Jakarta, belakangan ini menjadi sorotan publik karena sejumlah kontroversi yang melibatkan dirinya.
Berbagai peristiwa yang menyangkut absensi dalam acara resmi, unggahan media sosial, hingga gaya hidup yang dinilai tidak sensitif terhadap situasi publik, membuat citra Zita kerap dipertanyakan.
Absensi di Seminar Nasional Unpad
Kontroversi terbaru muncul saat Zita dijadwalkan hadir sebagai pembicara dalam Seminar Nasional Magister Pariwisata Universitas Padjadjaran 2025.
Kehadirannya dinanti karena posisinya sebagai Utusan Khusus Presiden dinilai penting untuk memberikan perspektif strategis mengenai arah kebijakan pariwisata Indonesia.
Namun, tanpa pemberitahuan sebelumnya, Zita tidak hadir di acara tersebut.
Pihak panitia mengaku kecewa karena selain absen mendadak, mereka juga tidak mendapat informasi tentang pembicara pengganti dari pihak Zita.
Padahal, panitia telah memenuhi berbagai permintaan khusus, mulai dari penyediaan teleprompter hingga penyesuaian format acara sesuai permintaan timnya.
Ketidakhadiran tersebut meninggalkan luka mendalam karena acara yang sudah dipersiapkan secara serius akhirnya kehilangan daya tarik utama.
Foto Starbucks dengan Latar Kabah
Sebelumnya, Zita juga menuai kritik akibat sebuah unggahan di media sosial ketika dirinya menjalani ibadah umrah.
Dalam unggahan itu, ia memperlihatkan secangkir kopi Starbucks dengan latar belakang Kabah. Foto tersebut langsung memicu reaksi keras dari warganet.
Kontroversinya semakin tajam karena terjadi di tengah maraknya kampanye boikot terhadap gerai kopi asal Amerika tersebut.
Banyak pihak menilai unggahan Zita tidak peka terhadap isu sosial-politik global, terutama mengingat posisinya sebagai pejabat publik yang semestinya mampu membaca sensitivitas masyarakat.
Bagi sebagian orang, foto tersebut dianggap sebagai simbol ketidakpedulian terhadap gerakan solidaritas yang tengah digaungkan.
Absen dari Rapat Paripurna DPRD
Sorotan paling besar datang dari periode ketika Zita masih aktif di DPRD DKI Jakarta. Dalam salah satu rapat paripurna yang membahas isu penting daerah, ia justru tidak hadir.
Absensinya semakin dipertanyakan karena pada saat bersamaan, akun media sosialnya memperlihatkan aktivitas pribadi, mulai dari sesi pilates hingga bersantai di sebuah kafe.
Unggahan tersebut langsung memicu kritik keras, baik dari rekan sesama politisi maupun masyarakat luas. Banyak yang menilai sikap tersebut menunjukkan kurangnya komitmen terhadap tugas sebagai wakil rakyat.
Kritik publik semakin menguat karena Zita dianggap lebih mementingkan citra pribadi di media sosial dibandingkan tanggung jawab institusionalnya.
Antara Citra dan Tanggung Jawab
Rangkaian kontroversi yang menimpa Zita Anjani memperlihatkan betapa tipisnya batas antara citra pribadi dan tanggung jawab publik.
Di era digital, setiap langkah pejabat negara selalu mendapat sorotan tajam. Ketidakhadiran tanpa alasan jelas, unggahan yang menyinggung sensitivitas publik, hingga pilihan gaya hidup yang bertabrakan dengan tanggung jawab formal, semuanya bisa dengan cepat memengaruhi persepsi masyarakat.
Zita sendiri kerap dipuji karena gayanya yang modern dan kedekatannya dengan media sosial, tetapi kritik yang muncul belakangan menegaskan bahwa pejabat publik dituntut menjaga konsistensi antara citra dan tugas.
 Kontroversi yang membelitnya menjadi pengingat penting bahwa jabatan publik bukan hanya soal posisi, tetapi juga soal komitmen untuk hadir, peka, dan memberikan teladan.***
- Kontroversi Zita Anjani
- Stafsus Presiden
Redaktur: Weti Aprianti
Penulis: Weti Aprianti
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.