Bahaya Mengerikan Seblak, Bikin Lambung Rusak hingga Generasi Penerus Terancam Stunting!

Senin, 08 Sep 2025, 14:45 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Siapa sangka, seblak, makanan kekinian yang digilai banyak orang, terutama anak muda, ternyata menyimpan bahaya serius jika dikonsumsi berlebihan. 

Baru-baru ini, seorang dokter di Bandung Barat mengungkap kisah mengejutkan lewat akun TikTok miliknya. 

Ket. Foto: Ancaman mengonsumsi seblak — Sumber: Pinterest

Ia menangani pasien perempuan berusia 21 tahun yang kecanduan seblak hingga dua kali sehari, sementara nasi hampir tak pernah disentuh.

Akibat pola makan ekstrem itu, pasien mengalami demam, mual, muntah, sakit perut, bahkan kehilangan nafsu makan. 

Setelah diperiksa, ia didiagnosis menderita gastritis erosif alias peradangan lambung yang cukup parah. Butuh waktu 14 jam observasi sebelum kondisinya membaik.

Namun yang bikin publik heboh bukan hanya penyakitnya. Sang dokter, dr Mariska Haris, menyinggung soal ancaman stunting. 

Ia menuliskan sindiran pedas, "Speechless saya. Pantes anak-anak Indonesia banyak yang stunting, kalau calon ibunya modelnya begini semua."

Kenapa Seblak Bisa Jadi Masalah?

Seblak khas Sunda memang nikmat, kerupuk kenyal rebus dengan bumbu kencur pedas, ditambah topping sosis, telur, bakso, hingga sayuran. 

Dalam 200 gram, seblak rata-rata mengandung 262 kkal, 31 gram karbohidrat, 13 gram lemak, 8 gram protein, dan ratusan miligram kolesterol serta natrium.

Bahaya muncul bila porsinya berlebihan. Menurut penelitian, kolesterol seblak bisa tembus 300 mg per mangkuk jika topping penuh. 

Ditambah natrium tinggi dari kerupuk, MSG, dan frozen food, angka ini jauh di atas batas aman harian. 

Konsumsi berlebih berisiko memicu hipertensi, obesitas, hingga kerusakan organ.

Tak hanya itu, bumbu super pedasnya bisa melukai lambung dan memicu gastritis erosif, persis seperti kasus pasien muda tadi.

Hubungan Seblak, Anemia, dan Stunting

Pernyataan dr Mariska soal stunting bukan sekadar sensasi. Pola makan yang tak seimbang, seperti lebih memilih seblak ketimbang nasi dan lauk bergizi membuat tubuh kekurangan zat penting, salah satunya zat besi.

Bagi perempuan, kebutuhan zat besi lebih tinggi, yakni 18 mg per hari. Jika kekurangan, risiko anemia meningkat. 

Kondisi ini sangat berbahaya bila dialami ibu hamil, karena pasokan oksigen dan nutrisi untuk janin berkurang. 

Hasilnya? Bayi lahir dengan berat rendah, pertumbuhan terhambat, hingga rentan stunting.

Alarm Keras untuk Generasi Muda

Kasus ini seharusnya jadi peringatan keras. Tren makanan pedas dan instan seperti seblak memang menggoda, tapi jika menggantikan makanan pokok dan bergizi, dampaknya bisa fatal. 

Bukan hanya kesehatan individu yang rusak, tapi juga masa depan generasi Indonesia terancam.

Jadi, masih berani makan seblak tiap hari setelah tahu bahayanya?

  • anemia
  • Seblak

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.