Momen Unik Usai Pertemuan Putin dan Kim Jong Un di Beijing, Staf Korea Utara Sibuk Hapus Jejak DNA
Jum'at, 05 Sep 2025, 06:30 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Beijing pada Rabu (3/9/2025) meninggalkan sebuah momen unik yang menarik perhatian dunia.
Usai keduanya mengakhiri diskusi, kamera wartawan sempat merekam seorang staf Korea Utara yang langsung bergerak cepat untuk mengelap furnitur yang digunakan Kim Jong Un selama pertemuan.
Video singkat yang pertama kali dibagikan oleh seorang jurnalis Rusia itu sontak menjadi perbincangan di berbagai platform media sosial.
Banyak pihak menduga tindakan tersebut bukan sekadar rutinitas kebersihan, melainkan langkah serius untuk menjaga keamanan biologis sang pemimpin tertinggi Korea Utara.
Dugaan Perlindungan DNA
Menurut sejumlah analis, tindakan staf tersebut berkaitan erat dengan upaya Korea Utara melindungi DNA Kim Jong Un agar tidak jatuh ke tangan pihak asing.
Dalam dunia intelijen, sampel biologis seorang pemimpin bisa menjadi informasi sensitif yang bernilai strategis, mulai dari kondisi kesehatan hingga potensi kelemahan fisik.
Spekulasi ini sejalan dengan langkah-langkah ekstrem yang selama ini dikenal menjadi bagian dari protokol keamanan Kim Jong Un.
Bahkan sebelum pertemuan berlangsung, laporan menyebutkan bahwa Kim kembali membawa toilet pribadi yang selalu menyertai perjalanannya dengan kereta lapis baja.
Tujuannya pun sama, yaitu mencegah sisa metabolisme tubuhnya dianalisis oleh intelijen negara lain.
Latar Belakang Pertemuan di Beijing
Kehadiran Putin dan Kim di Beijing sendiri bukan tanpa alasan. Keduanya memenuhi undangan resmi Presiden China Xi Jinping dalam rangka menghadiri Parade Militer 2025 yang digelar di ibu kota.
Acara megah tersebut menjadi panggung bagi China untuk memamerkan perkembangan mutakhir dalam kekuatan militernya.
Dalam parade, publik internasional dikejutkan dengan tampilan berbagai persenjataan canggih, mulai dari rudal hipersonik generasi terbaru hingga sistem senjata berbasis laser.
Kehadiran dua tokoh penting dunia, yakni Putin dan Kim, sekaligus memperlihatkan dinamika baru dalam hubungan trilateral RusiaâKorea UtaraâChina yang semakin erat di tengah tekanan geopolitik global.
Protokol Ketat dan Simbol Politik
Momen staf yang mengelap meja setelah Kim Jong Un pergi sebenarnya menegaskan satu hal, tingkat paranoia sekaligus kehati-hatian luar biasa yang melingkupi kepemimpinan Korea Utara.
Setiap detil, bahkan hal sekecil sisa sidik jari atau tetesan keringat, dianggap berpotensi membocorkan informasi vital.
Bagi Korea Utara, menjaga citra Kim bukan sekadar urusan politik, melainkan menyangkut simbol keberlangsungan rezim.
Dalam budaya politik Pyongyang, pemimpin diposisikan hampir setara dengan figur sakral yang harus dijaga secara total, baik fisik maupun simbolis. Karena itu, tindakan staf mengelap furnitur bisa dipahami sebagai bagian dari ritual pengamanan yang sudah terencana matang.
Reaksi Publik dan Media
Tak heran, video tersebut menimbulkan beragam komentar. Sebagian warganet menganggapnya berlebihan, sementara lainnya menilai itu langkah wajar mengingat betapa sensitifnya posisi Kim Jong Un dalam percaturan global.
Beberapa analis bahkan menyebut momen ini sebagai âteater keamanan,â sebuah pertunjukan yang sengaja dipertontonkan agar dunia kembali menyadari betapa seriusnya Korea Utara dalam melindungi pemimpinnya.
Apapun motif di baliknya, pertemuan PutinâKim di Beijing jelas meninggalkan catatan tersendiri.
Selain menyoroti parade militer China yang memamerkan kekuatan teknologi tempurnya, dunia kini juga kembali mengingat bahwa diplomasi internasional kerap diwarnai momen-momen kecil namun sarat makna.***
- Kim Jong un
Redaktur: Weti Aprianti
Penulis: Weti Aprianti
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.