Vogue Buat Gebrakan Baru! Chloe Malle Naik Takhta, Era 37 Tahun Anna Wintour Tamat

Rabu, 03 Sep 2025, 13:15 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Dunia mode internasional baru saja diguncang kabar mengejutkan, Vogue Amerika Serikat resmi menunjuk Chloe Malle sebagai pemimpin editorial baru, menutup bab panjang kepemimpinan Anna Wintour yang selama 37 tahun mendominasi jagat fashion global. 

Bagi banyak orang, ini bukan sekadar pergantian kursi editor, melainkan akhir dari sebuah era yang membentuk wajah mode dunia.

Ket. Foto: Potret Chloe Malle — Sumber: Istimewa

Chloe Malle bukanlah nama asing di dunia jurnalistik gaya hidup. Putri dari aktris legendaris Candice Bergen dan sutradara ternama Louis Malle ini telah lebih dari satu dekade mengabdikan diri untuk Vogue. 

Sebelum naik tahta sebagai pengendali editorial, ia menjabat sebagai editor Vogue.com sekaligus menjadi host podcast populer The Run-Through with Vogue.

Di sisi lain, sosok Anna Wintour tetaplah ikon yang tak tergantikan. Selama hampir empat dekade, dialah otak di balik transformasi Vogue menjadi “kitab suci mode” dunia. 

Dari membangun hubungan eksklusif dengan rumah mode ternama, mengorbitkan desainer muda, hingga menjadikan Met Gala sebagai panggung mode paling prestisius di planet ini semua jejaknya sulit dilupakan. 

Namun, era sang Ice Queen kini resmi berakhir.

Yang menarik, berbeda dengan Wintour yang dikenal dingin, penuh misteri, dan sulit didekati, Chloe Malle justru digambarkan sebagai sosok hangat dan approachable. 

Meski kini menduduki kursi teratas, ia tetap menyebut Wintour sebagai mentor sejatinya. 

Bahkan, Wintour sendiri mengakui Malle punya visi besar.

“Chloe telah berulang kali membuktikan kemampuannya menyeimbangkan sejarah panjang American Vogue dengan masa depannya di garis depan dunia baru,” ujar Wintour dalam pernyataan resmi, Selasa, 2 September 2025.

Perjalanan Malle juga tak main-main. Lulusan Brown University ini pernah bekerja di New York Observer sebelum bergabung ke Vogue pada 2011. 

Tulisan Malle sempat menghiasi media besar seperti The New York Times, The Wall Street Journal, hingga Architectural Digest.

Namun, penunjukan ini datang di tengah badai besar industri media. Dalam kurun 2020–2025, sirkulasi gabungan cetak dan digital Vogue turun 3,7 persen menjadi sekitar 1,2 juta eksemplar. 

Untungnya, penurunan di edisi cetak tertolong oleh lonjakan langganan digital. 

Untuk menjaga taringnya, Vogue terus berinovasi, meluncurkan Vogue World pada 2022, memperluas jangkauan Met Gala lewat siaran langsung global, hingga konten eksklusif di media sosial dan video behind-the-scenes yang viral.

Kini, dengan Malle di pucuk pimpinan, dunia menanti, apakah Vogue akan tetap jadi kiblat mode dunia, atau justru runtuh bersama berakhirnya era Anna Wintour?

  • Vogue
  • Anna Wintour

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.