Nekat Jarah Lukisan Bersejarah, Sri Mulyani Beri Pesan Menohok ke Pria Berjaket Merah!

Rabu, 03 Sep 2025, 14:30 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, menyampaikan pesan menyayat hati kepada sosok pria berjaket merah yang terekam membawa kabur sebuah lukisan dari rumah pribadinya di kawasan Jakarta pada akhir Agustus 2025 dini hari.

Dalam ungkapan yang ia sampaikan, bukan sekadar kehilangan benda seni yang menjadi sorotan, melainkan hilangnya rasa aman dan nilai kemanusiaan yang ia rasakan.

Ket. Foto: — Sumber: Instagram/@smindrawati

Rekaman peristiwa itu menunjukkan seorang pria berjaket merah dengan helm hitam di kepalanya, melangkah tenang dan penuh percaya diri saat memanggul sebuah lukisan cat minyak bertajuk Bunga.

Lukisan tersebut berukuran cukup besar, dibawa keluar dari rumah pribadi Sri Mulyani tanpa ragu, seolah barang jarahan itu hanya sebuah komoditas biasa. Namun bagi sang empunya, karya tersebut menyimpan makna jauh lebih dalam dibanding sekadar nilai material.

Hilangnya Hati Nurani

Sri Mulyani menuturkan, “Lukisan Bunga itu bagi penjarah mungkin hanya dibayangkan bernilai sekedar seperti lembaran uang. Padahal, lukisan yang saya buat 17 tahun lalu adalah hasil perenungan dan kontemplasi diri, sangat pribadi. Sama seperti rumah yang menjadi tempat anak-anak saya tumbuh dan bermain, ia menyimpan kenangan tak ternilai harganya," isi caption Instagramnya.

Pernyataan itu mencerminkan bahwa kehilangan yang dialami bukan hanya soal benda seni, tetapi juga simbol hilangnya ruang intim, rumah, dan memori keluarga yang selama ini dijaga.

Ia menegaskan, karya seni lahir dari proses panjang, dari perasaan, pemikiran, dan refleksi hidup. Ketika karya itu dijarah, maka bukan hanya fisiknya yang lenyap, melainkan juga bagian dari perjalanan jiwa yang dirampas.

Sri Mulyani kemudian mengaitkan peristiwa ini dengan rasa aman yang semakin rapuh. Baginya, lukisan yang hilang menjadi simbol bagaimana rasa kepastian hukum dan rasa perikemanusiaan ikut terkikis.

Ia menyebut, “Lukisan Bunga itu telah raib lenyap seperti lenyapnya rasa aman, rasa kepastian hukum, dan rasa perikemanusiaan yang adil dan beradab di bumi Indonesia.”

Pesan tersebut bukan sekadar curahan hati seorang pejabat negara, melainkan peringatan keras bagi masyarakat bahwa kriminalitas yang menggerogoti ruang privat seseorang dapat berdampak luas pada kepercayaan publik terhadap hukum dan aparat keamanan.

Pesan Tersirat

20250903120713_Screenshot_14.jpg

Dalam kasus ini, penjarah tidak hanya merampas benda, tetapi juga meninggalkan luka sosial, membuat seseorang merasa terasing di rumahnya sendiri.

Sri Mulyani juga memberi pesan tersirat kepada sang penjarah, bahwa apa yang ia bawa bukan sekadar kanvas bernilai uang, melainkan potongan jiwa seorang ibu, seniman amatir, sekaligus pejabat negara yang selalu berusaha menjaga integritas.

Ia menekankan, sebuah bangsa tidak akan maju bila rasa hormat terhadap karya, hak, dan kemanusiaan mudah diabaikan.

Kini, peristiwa itu menjadi refleksi bersama. Di balik kasus kriminal yang mungkin akan ditangani aparat hukum, ada pesan mendalam tentang pentingnya menjaga nilai kemanusiaan.

Sri Mulyani berharap agar setiap warga negara, siapapun dia, bisa kembali menghayati arti rasa aman, kepastian hukum, dan penghormatan terhadap karya pribadi orang lain.

Peristiwa penjarahan lukisan Bunga bukan hanya soal kehilangan fisik, melainkan tentang hilangnya kepercayaan, yang hanya dapat dipulihkan dengan tegaknya keadilan dan kepedulian sosial.***

  • Sri Mulyani

Redaktur: Weti Aprianti

Penulis: Weti Aprianti

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.