- Home
-
- Entertainment
-
- Agnez Mo Ngamuk Halus ke...
Agnez Mo Ngamuk Halus ke Oknum DPR: Pemimpin Sejati Bukan yang Meremehkan Rakyat!
Rabu, 03 Sep 2025, 07:00 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Penyanyi internasional asal Indonesia, Agnez Mo, kembali mencuri perhatian publik.
Kali ini bukan karena karya musiknya, melainkan lewat pernyataan tegas yang ia bagikan mengenai sikap sebagian wakil rakyat.
Agnez menyoroti cara berbicara seorang anggota DPR yang dinilainya meremehkan, tidak berempati, dan justru melemahkan semangat masyarakat untuk terlibat dalam isu-isu penting. Hal itu diungkap di laman Instagram story-nya pada beberapa waktu lalu.
âBut well... aku mengalaminya sendiri beberapa bulan yang lalu, ketika seorang anggota DPR yang dengan entengnya bilang kalau belum S3 (PhD), ya gak usah ngomong soal isu ini... karena mungkin menurut dia orang lain âterlalu bodohâ?â kenang Agnez.
Ucapan itu, menurutnya, bukan hanya menyakitkan, tetapi juga mencerminkan betapa masih ada pola pikir elitis dalam kepemimpinan.
âDan jangan lupa, itu semua dilakukan sambil mencemarkan nama baik dan menjelek-jelekkan semua orang yang punya pendapat berbeda. Logika model begitu sudah cukup menunjukkan semua yang perlu kita tahu," sambungnya.
Bagi Agnez, cara berkomunikasi semacam itu bukanlah tanda kebijaksanaan seorang pemimpin, melainkan justru bukti lemahnya kualitas kepemimpinan.
Tegaskan Sikap Seorang Pemimpin
Agnez Mo kemudian menegaskan kembali prinsip dasar seorang pemimpin sejati.
âKepemimpinan menuntut segalanya. Menuntut EQ, menuntut integritas, menuntut empati, visi, dan di atas segalanya: menyebarkan kasih dan perdamaian, bukan malah energi yang memecah belah. Kepemimpinan sejati menuntut keberanian untuk melayani seluruh rakyat. Bukan hanya untuk orang-orang yang setuju dengan pemikiranmu, dan juga bukan untuk sekadar memberi makan egomu sendiri,â tulisnya panjang.
Pesan ini seolah menjadi pengingat keras bahwa jabatan publik bukanlah ruang untuk memperlihatkan superioritas akademik atau status sosial, melainkan wadah untuk membangun jembatan dengan masyarakat.
Di tengah polarisasi politik yang kian terasa, suara Agnez menjadi cermin bahwa publik, khususnya generasi muda, membutuhkan contoh teladan yang lebih rendah hati dan berempati.
Di akhir pesannya, Agnez Mo mengajak masyarakat untuk tidak mudah goyah oleh provokasi.
âJadi izinkan saya katakan dengan jelas: jangan mau dihasut. Jangan mau dimanipulasi. Kita lebih bijak. Kita lebih kuat. Kita bukan lagi Indonesia di tahun 1998,â tegasnya. Pernyataan itu mengandung makna historis yang dalam, mengingat tahun 1998 identik dengan masa penuh gejolak, krisis, dan konflik yang pernah membelah bangsa.
Agnez menutup pesannya dengan seruan persatuan. âWarga jaga warga karena pada akhirnya kita adalah satu bangsa, disatukan oleh satu kebenaran: Bhineka Tunggal Ika.â
Ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif bahwa Indonesia hanya akan kuat apabila warganya saling melindungi dan menolak untuk diadu domba.
Apa yang disampaikan Agnez Mo ini mendapat banyak respons dari masyarakat. Tidak sedikit yang mengapresiasi keberaniannya berbicara lantang, apalagi di tengah suasana politik yang kadang membuat publik enggan bersuara.
Di luar perdebatan soal siapa yang disindirnya, pesan utama Agnez jelas: seorang pemimpin bukan hanya dituntut cerdas secara akademik, melainkan juga bijak, rendah hati, dan mampu mendengar suara rakyat.
Dengan sikap kritis dan seruan kebersamaan itu, Agnez Mo menunjukkan bahwa dirinya bukan sekadar artis yang berkarya di panggung hiburan.
Ia juga seorang warga negara yang peduli pada arah bangsa, dan berani mengingatkan bahwa kepemimpinan sejati selalu berpihak pada rakyat.***
- Agnez Mo
- anggota dpr
Redaktur: Weti Aprianti
Penulis: Weti Aprianti
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.