- Home
-
- Entertainment
-
- Tak Terima Tunjangan, Be...
Tak Terima Tunjangan, Begini Kisah Idham Chalid Ketua DPR RI Termiskin yang Hidup Dari Gaji Rp5 Ribu
Selasa, 02 Sep 2025, 11:15 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Dalam sejarah panjang parlemen Indonesia, nama Idham Chalid tercatat sebagai salah satu tokoh yang meninggalkan jejak berbeda.
Di tengah fenomena pejabat yang kerap dikaitkan dengan fasilitas mewah dan gaya hidup berlebihan, Idham justru dikenang sebagai Ketua DPR termiskin.
Julukan ini bukan cemoohan, melainkan penghormatan terhadap sikap hidup sederhana yang dipegangnya sepanjang karier politik.
Idham Chalid lahir pada 27 Agustus 1921 di Satui, Kalimantan Selatan. Sejak muda, ia sudah aktif dalam dunia organisasi dan politik.
Kariernya gemilang, mulai dari menjabat Wakil Perdana Menteri Indonesia, Menteri Sosial, hingga menduduki kursi Ketua DPR dan Ketua MPR.
Di ranah organisasi Islam, Idham Chalid juga dikenal luas sebagai tokoh Nahdlatul Ulama (NU). Ia bahkan tercatat sebagai Ketua Tanfidziyah NU terlama, dari tahun 1956 hingga 1984.
Meski menduduki berbagai jabatan penting, Idham tidak pernah menggunakan kekuasaannya untuk memperkaya diri. Ia menolak hidup berlebihan dan memilih menjalani keseharian dengan penuh kesederhanaan.
Ketika menjabat Ketua DPR, Idham dikenal enggan menggunakan fasilitas negara, termasuk mobil dinas dan berbagai fasilitas khusus yang disediakan untuk keluarganya.
Istrinya serta anak-anaknya terbiasa menggunakan transportasi umum seperti metromini, dan anak-anaknya pun memilih berwirausaha tanpa memanfaatkan status ayah mereka di dunia politik.
Kesederhanaannya membuat Idham mendapat julukan sebagai Ketua DPR termiskin. Sebuah predikat yang justru menjadi simbol integritas, kejujuran, dan komitmen terhadap amanah.
Idham membuktikan bahwa jabatan tinggi tidak harus disertai gaya hidup glamor, melainkan dapat dijalani dengan kerendahan hati.
Teladan hidup Idham Chalid terus dikenang hingga kini. Setelah wafat pada 11 Juli 2010 di usia 88 tahun, sosoknya diabadikan oleh Bank Indonesia dalam pecahan uang kertas Rp5.000.
Kehadirannya pada mata uang tersebut menjadi pengingat bahwa warisan seorang pemimpin tidak selalu berupa harta, tetapi teladan moral yang bisa menginspirasi generasi berikutnya.
Kisah Idham Chalid memberikan pelajaran penting yakni jabatan adalah amanah, bukan privilege. Kesederhanaan membuat pemimpin lebih fokus melayani rakyat, bukan sibuk mengurus kepentingan pribadi.
Di era ketika DPR kerap menuai kritik akibat isu tunjangan, fasilitas mewah, hingga skandal korupsi, sikap Idham terasa semakin relevan.
Warisan yang ditinggalkan Idham Chalid bukanlah kekayaan materi, melainkan teladan moral. Jika pejabat masa kini mau meneladani sikap hidup sederhana dan menjadikan jabatan sebagai tanggung jawab, kepercayaan publik terhadap lembaga negara niscaya akan meningkat.
- Ketua DPR RI Termiskin
- Idham Chalid
Redaktur: Fitrya A Kusumah
Penulis: Fitrya A Kusumah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.