- Home
-
- Entertainment
-
- Nyaris Nyemplung Dunia P...
Nyaris Nyemplung Dunia Politik, dr. Tompi Akhirnya Pilih Mundur: Gak Kebayang Diajak...
Senin, 01 Sep 2025, 10:00 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Nama dr. Teuku Adifitrian, atau yang akrab dikenal sebagai Tompi, sudah lama melekat di telinga masyarakat Indonesia.
Ia bukan hanya seorang penyanyi dengan ciri khas suara jazz yang hangat, tetapi juga seorang dokter bedah plastik yang sukses.
Di tengah kesibukan dan reputasinya yang gemilang di bidang seni maupun medis, tak banyak yang tahu bahwa Tompi sempat serius mempertimbangkan untuk masuk ke dunia politik.
Dalam sebuah pernyataan terbuka, Tompi mengungkap bahwa sejak dua periode pemilu lalu, dirinya mendapat tawaran dari beberapa partai politik besar untuk maju sebagai calon legislatif.
Tawaran tersebut bukan datang dari sekadar kader tingkat bawah, melainkan melalui pertemuan langsung dengan petinggi kunci partai.
Ajakan itu tentu menggoda, apalagi disampaikan dengan harapan agar Tompi bisa membawa perubahan positif lewat jalur politik.
âSejak dua periode pemilu lalu, ada beberapa partai yang menawarkan saya maju sebagai caleg. Ada hasrat mau, karena ada keinginan untuk memperbaiki dan membantu. Dialog pun terjadi, dan langsung dengan petinggi kunci dari beberapa partai. Saya pikir ada baiknya dengar dulu, jajaki, pikirkan, baru putuskan mau berlayar dengan kapal pilihan,â ungkap Tompi di akun Instagramnya, dikutip Senin (01/09/2025).
Dilema
Pernyataan tersebut menggambarkan dilema yang dialami Tompi. Di satu sisi, ia memiliki hasrat tulus untuk berkontribusi lebih luas kepada masyarakat.
Sebagai seorang dokter, ia terbiasa menolong orang secara langsung, menyembuhkan luka fisik maupun memberi harapan baru melalui keahliannya di ruang operasi.
Sebagai musisi, ia kerap menyuarakan kritik sosial melalui karya seni yang membekas. Semua itu membangun dorongan alami dalam dirinya untuk melakukan perbaikan yang lebih sistematis dan politik terlihat seperti jalan yang memungkinkan.
Namun, setelah melalui pertimbangan panjang, Tompi akhirnya memilih untuk tidak melanjutkan niatnya tersebut. Ada beberapa alasan krusial yang membuatnya urung terjun ke dunia politik.
Pertama, ia menyadari bahwa politik sering kali bukan hanya tentang idealisme, tetapi juga tentang kompromi. Sebagai pribadi yang terbiasa bekerja dengan independensi, Tompi menilai sulit untuk benar-benar konsisten menjaga idealisme dalam sistem yang sarat kepentingan.
Berikut pernyataannya:
Namun last minute sy batalin pilihan
Krn bbrp hal
1. Sy belum selesai dengan diri sendiri secara finansial, takut sekali ini menjadi celah godaaan utk gak konsisten jujur dan amanah
2. Takut gak sanggup bagi waktu konsisten antara pekerjaan sebagi dokter atau politisi
3.melihat sistemnya saat itu , blum bs dicerna akal sehat sy. Baru lihat dr luar⦠blum masuk ke dalam. (Pendaanaa kampanye,gaji dll)
4. gak kebayang masuk diajak mikir tp harus nurut ama apapun kata partai, utk yg sering berurusan ama sy pasti paham, sy agak sulit kompromi dengan hal yg menurut sy keliru. Bahkan di perkumpulan dokter utk urusan medis pun sy dianggap âsulit diaturâ â- lha kalo ada yg ngaco masa dipertahankan? UBAH LAH! Maaf y, no kompromi
5. Alasan sepele lain: gak mau jadi anggota/bawahan suatu kelompok yg diketuai oleh seseorang yg duduk disitu krn faktor âorg lama atau keturunanâ yg tdk disupport oleh background knowledge yg bergizi .
6. GAK DAPAT RESTU ibu dan istri.
Keputusan untuk tidak terjun ke politik ini bukan berarti Tompi apatis terhadap kondisi bangsa. Justru sebaliknya, ia tetap vokal menyuarakan pendapat dan kritik sosial melalui berbagai medium yang ia kuasai. Bedanya, ia memilih jalur di luar parlemen untuk mewujudkan kontribusinya.
Kisah Tompi ini menjadi refleksi menarik tentang bagaimana figur publik memandang politik. Tidak semua yang punya nama besar tergoda oleh panggung kekuasaan.
Ada yang lebih memilih tetap berada di jalannya, dengan keyakinan bahwa perubahan bisa diperjuangkan tanpa harus duduk di kursi legislatif.***
- dr Tompi
Redaktur: Weti Aprianti
Penulis: Weti Aprianti
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.