Awas! Sering Mimpi Buruk Jadi Tanda Mati Muda, Ilmuwan Bongkar Fakta Mengejutkan!

Senin, 01 Sep 2025, 15:15 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Banyak orang menganggap mimpi buruk hanya sekadar bunga tidur. Namun, penelitian terbaru justru memberi peringatan keras, sering mimpi buruk bisa jadi pertanda mati muda!

Ilmuwan dari UK Dementia Research Institute dan Imperial College London menganalisis data raksasa dari 183.012 orang dewasa berusia 26–86 tahun serta 2.429 anak berusia 8–10 tahun, dikumpulkan lewat enam studi kesehatan jangka panjang. 

Ket. Foto: Ilustrasi mimpi buruk — Sumber: Freepik

Dalam penelitian ini, orang dewasa diminta melaporkan seberapa sering mereka mengalami mimpi buruk, kemudian kondisi kesehatan mereka dipantau hingga 19 tahun. 

Sementara itu, untuk anak-anak, data diperoleh dari laporan orang tua tentang frekuensi mimpi buruk.

Untuk mengukur penuaan biologis, peneliti menggunakan indikator panjang telomer semacam “pelindung” DNA yang menandai kecepatan sel menua. 

Pada orang dewasa, ditambahkan pula pengukuran melalui jam epigenetik modern guna melihat seberapa cepat tubuh mengalami penuaan.

Hasilnya mencengangkan, orang yang mimpi buruk tiap minggu punya risiko lebih dari tiga kali lipat meninggal sebelum usia 70 tahun dibandingkan mereka yang jarang bermimpi buruk. 

Bahkan, yang hanya mengalami mimpi buruk bulanan pun tercatat mengalami percepatan penuaan dan peningkatan risiko kematian.

Temuan ini dipresentasikan di kongres European Academy of Neurology 2025. Lebih mengejutkan lagi, para ilmuwan menyebut mimpi buruk adalah prediktor kematian dini yang lebih kuat dibanding rokok, obesitas, pola makan buruk, atau kurang olahraga.

Penelitian memperkirakan sekitar 40 persen peningkatan risiko kematian itu berkaitan langsung dengan percepatan penuaan biologis, yang ditemukan baik pada anak maupun orang dewasa yang sering dihantui mimpi buruk.

Menurut ahli saraf Dr. Abidemi Otaiku, saat tidur, otak kita tidak bisa membedakan mimpi dari kenyataan. 

Itulah mengapa mimpi buruk bisa memicu respons tubuh seperti keringat dingin, jantung berdebar, hingga sesak napas, gejala dari mekanisme “fight or flight” alias respons stres ekstrem. 

Jika ini terjadi berulang, hormon kortisol meningkat terus-menerus dan mempercepat kerusakan sel.

Lebih buruk lagi, mimpi buruk mengganggu kualitas tidur sehingga tubuh gagal melakukan proses perbaikan sel yang vital di malam hari. 

Kombinasi stres kronis dan tidur terganggu inilah yang membuat tubuh menua lebih cepat dan risiko mati muda meningkat drastis.

Dengan kata lain, mimpi buruk bukan sekadar gangguan tidur sepele. 

Mimpi buruk bisa menjadi alarm tubuh yang menandakan adanya masalah serius pada kesehatan fisik maupun mental.

  • Kesehatan Mental
  • Kematian Dini

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.