Selain Jerome Polin, Influencer Kata Alfa Dapat Tawaran Jadi Buzzer Dengan Bayaran Rp185 Juta

Minggu, 31 Agu 2025, 10:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Di tengah panasnya aksi demo yang dilakukan massa di berbagai penjuru tanah air, seorang influencer bernama Alfa menceritakan hal miris.

Ia dikabarkan mendapat tawaran menjadi buzzer dengan bayaran mencapai Rp185 juta untuk kontennya menyerukan aksi perdamaian.

Ket. Foto: — Sumber: Instagram/@kataalfa

Hal ini pun menjadi ramai ketika ia mengunggah chat tawaran tersebut di akun Instagram miliknya. Namun ia memilih untuk menolak tawaran tersebut.

Jerome Polin Ditawari Buzzer

Sebelum Alfa, Jerome Polin, content creator dan YouTuber edukasi yang dikenal lewat kanal Nihongo Mantappu, pernah membagikan pengalaman unik serupa yang menggelitik.

Ia ditawari menjadi buzzer dengan bayaran mencapai Rp150 juta. Tawaran itu muncul ketika situasi sosial sedang memanas karena aksi demonstrasi. Jerome diminta untuk membuat konten yang mengarahkan opini publik sesuai kepentingan pihak tertentu.

Alih-alih menerima tawaran menggiurkan itu, Jerome justru menolaknya mentah-mentah. Lebih dari itu, ia menyindir keras praktik buzzer yang menurutnya bisa jadi bersumber dari uang rakyat.

Tawaran Fantastis

Serupa dengan Kata Alfa, uang ratusan juta yang ditawarkan tentu bukan jumlah kecil. Tawaran itu hanya untuk satu unggahan di media sosial, dengan pesan yang dikemas seolah-olah organik.

Namun, Jerome merasa tidak nyaman karena apa yang diminta bukan sekadar promosi produk, melainkan upaya menggiring opini massa.

Sindiran Soal Uang Rakyat

Yang membuat cerita ini semakin menarik adalah sindiran Jerome terkait sumber dana buzzer. Ia menyinggung bahwa uang sebesar itu mungkin saja berasal dari anggaran negara, alias uang rakyat.

Bayaran besar yang ditawarkan untuk konten sesaat bisa jadi bersumber dari pajak masyarakat yang seharusnya digunakan untuk pembangunan atau kepentingan publik.

Sindiran ini memicu diskusi luas di kalangan netizen. Banyak yang setuju dengan pandangan Jerome bahwa penggunaan dana besar untuk buzzer hanya akan merugikan rakyat.

Alih-alih mengedukasi publik, praktik semacam ini justru memperburuk iklim demokrasi dan mencederai kepercayaan masyarakat terhadap figur publik.

Jerome dikenal sebagai sosok yang konsisten dengan konten edukasi. Dari matematika, budaya Jepang, hingga motivasi hidup, ia selalu tampil dengan aura positif yang membangun.

Kredibilitas inilah yang membuat tawaran buzzer datang menghampiri. Namun, keputusan untuk menolak Rp150 juta sekaligus menyindir praktik buzzer menunjukkan bahwa Jerome tidak mudah tergoda oleh materi.

Integritas ini semakin memperkuat posisinya sebagai role model generasi muda. Dalam dunia digital yang serba instan, sikap menolak uang besar demi prinsip merupakan hal langka dan patut diapresiasi.

Fenomena Buzzer di Indonesia

Cerita Jerome juga menyingkap fenomena buzzer yang sudah lama menjadi perbincangan di Indonesia. Tidak sedikit publik figur maupun akun anonim yang dibayar untuk menyuarakan narasi tertentu, baik politik maupun sosial. Nilainya bisa sangat besar, karena satu unggahan mampu memengaruhi opini ribuan hingga jutaan orang.

Namun, di balik narasi yang dibangun, masyarakat semakin sadar bahwa ada uang yang bekerja. Sindiran Jerome tentang uang rakyat menjadi peringatan agar publik lebih kritis dalam mengonsumsi konten di media sosial.

Keputusan Jerome Polin dan Kata Alfa menolak uang ratusan juta untuk menjadi buzzer sekaligus menyindir soal uang rakyat bukan hanya soal idealisme pribadi, tetapi juga refleksi tentang bagaimana media sosial bekerja di era digital.

Pesan ini jelas, popularitas dan kepercayaan publik tidak boleh diperdagangkan. Dan jika benar uang rakyat ikut mengalir ke kantong buzzer, itu adalah bentuk pengkhianatan terhadap masyarakat luas.***

  • jerome polin
  • buzzer

Redaktur: Weti Aprianti

Penulis: Weti Aprianti

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.