Imbas Tragedi Ojol Dilindas Rantis Brimob, BEM SI dan BEM SI Kerakyatan Ultimatum Kapolri Mundur dalam Demo 29 Agustus!
Jum'at, 29 Agu 2025, 14:35 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Gelombang perlawanan mahasiswa kembali menggelegar! Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dan BEM SI Kerakyatan hari ini, Jumat, 29 Agustus 2025 menggelar aksi besar-besaran di berbagai titik strategis Jakarta dan daerah lain.Â
Demonstrasi ini disebut-sebut sebagai puncak kemarahan mahasiswa atas tindakan represif aparat, terutama setelah tragedi memilukan tewasnya seorang driver ojek online (ojol) yang dilindas kendaraan taktis Brimob di kawasan Pejompongan, Kamis (28/8/2025).
Koordinator Pusat BEM SI Kerakyatan, Muhammad Ikram, menegaskan bahwa aksi kali ini bukan sekadar turun ke jalan, tetapi sebuah seruan nasional.Â
âHari ini kita fokus di Polda Metro Jaya. Seruan aksi serentak akan terus bergema sampai tuntutan kami dikabulkan,â tegas Ikram yang juga merupakan Ketua BEM Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh.
Melalui akun Instagram resminya, @bemsi.official, mahasiswa menyerukan aksi serentak pada 29 Agustus dan 1 September 2025 pukul 13.00 sampai menang.Â
Titik aksi akan berpusat di Mabes Polri dan seluruh Polda daerah.
Adapun tiga tuntutan utama BEM SI Kerakyatan yang kini menggema di jalanan adalah:
1. Mengadili pelaku pelindasan yang menyebabkan korban jiwa.
2. Melakukan reformasi menyeluruh di tubuh Polri.
3. Mendesak Kapolri segera mundur atau diganti.
Tak hanya itu, BEM SI juga menggelar aksi terpisah namun beriringan.Â
Menurut Koordinator Pusat BEM SI, Muzammil Ihsan, massa akan memulai long march dari kawasan FX Sudirman menuju Polda Metro Jaya usai salat Jumat.Â
âFokus aksi kami menyoroti tindakan represif aparat terhadap masyarakat,â tegas Muzammil.
Meski sempat pecah pada 2021 akibat perbedaan ideologi, BEM SI dan BEM SI Kerakyatan terbukti masih bisa bersatu jika menghadapi isu besar.Â
Kini, tragedi ojol tewas dilindas rantis Brimob menjadi pemantik konsolidasi mereka.
Seperti diketahui, sehari sebelumnya, ribuan mahasiswa sudah memadati kawasan Senayan dan Gedung DPR/MPR untuk memprotes mahalnya biaya hidup, isu pendidikan, serta berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai menyengsarakan rakyat.
Aksi tersebut berujung bentrokan dengan aparat yang menembakkan gas air mata. Puluhan demonstran luka-luka, sebagian pingsan, dan harus dievakuasi dengan ambulans.
Hari ini, amarah mahasiswa semakin membara. Setelah tragedi di Pejompongan, massa juga bergerak ke Mako Brimob Kwitang, tak jauh dari kampus UI Salemba, sebagai bentuk perlawanan simbolik terhadap tindakan brutal aparat.
- brimob
- driver ojol tewas dilindas brimob
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.