Pengembangan KEK Diharapkan Kurangi Kesenjangan Antarwilayah

Selasa, 26 Agu 2025, 08:53 WIB

JAKARTA- Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyatakan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menjadi salah satu strategi utama dalam mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah sekaligus menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru.

“Langkah tersebut penting agar capaian positif pertumbuhan dapat dirasakan merata hingga ke daerah,” kata Susiwijono dalam keterangannya di Jakarta, Senin (25/8).

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Ia mengatakan salah satu yang tengah difokuskan yakni memperkuat sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, pelaku usaha, akademisi, dan tokoh masyarakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di wilayah Jawa Timur yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Sejumlah daerah yang dimaksud yakni Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun, dan Ponorogo.

“Potensi di lima kabupaten/kota Jawa Timur tersebut telah menjadi bagian dari perencanaan pemerintah provinsi ke depan. Pengembangan ini diyakini mampu mendorong sektor konsumsi rumah tangga serta memperkuat ekonomi daerah,” tuturnya.

Menurutnya, wilayah tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan baik melalui penguatan infrastruktur, pengembangan pariwisata, maupun dukungan terhadap industri lokal.

Lebih lanjut, Susi menekankan bahwa pembangunan kawasan terintegrasi menjadi strategi penting untuk mengatasi ketimpangan, memperluas pusat pertumbuhan, dan mendukung transformasi ekonomi nasional.

Dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang tetap solid sebesar 5,12 persen pada triwulan II 2025 serta inflasi yang terkendali di level 2,37 persen, pemerintah dinilai perlu menghadirkan langkah nyata agar manfaat pembangunan menjangkau daerah-daerah.

Sejalan dengan program prioritas nasional, pemerintah juga mendorong pemanfaatan sejumlah program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Sekolah Rakyat, program ketahanan pangan, energi, kesehatan, serta pengembangan KEK untuk menciptakan sumber pertumbuhan baru.

Program-program tersebut diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat perdesaan.

Pengamat ekonomi dari STIE YKP Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko mengakui strategi pengembangan KEK bisa menjadi instrumen efektif jika benar-benar dijalankan konsisten dengan memperhatikan daya tarik investasi.

“Konsep KEK memang menjanjikan untuk mengurangi ketimpangan ekonomi antarwilayah. Tapi syaratnya adalah kepastian regulasi, fasilitas insentif yang benar-benar dirasakan investor, serta infrastruktur yang memadai. Tanpa itu, KEK berpotensi hanya menjadi label tanpa dampak signifikan,” tegasnya.

Aditya menambahkan, pemerintah perlu memastikan KEK tidak hanya menarik investasi jangka pendek di sektor padat modal, tetapi juga mendorong tumbuhnya sektor riil yang berkelanjutan.

“Jangan sampai KEK hanya jadi magnet sementara bagi investor asing tanpa ada integrasi dengan potensi lokal. Kuncinya ada di bagaimana pemerintah menghadirkan iklim usaha yang kompetitif,” kata Aditya.

Dia menyoroti konsistensi kebijakan sebagai faktor yang krusial. Selama ini, banyak daerah menghadapi kendala birokrasi dan kepastian hukum. “Kalau perizinan masih berbelit, fasilitas fiskal tidak jelas, dan kebijakan berubah-ubah, maka KEK akan sulit menjadi motor penggerak baru. Konsistensi jauh lebih penting daripada sekadar deklarasi,” katanya.

Dengan pengembangan KEK, pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi tidak lagi terpusat di Jawa bagian barat atau kota besar saja, tetapi juga merata hingga ke wilayah lain. Aditya menekankan, jika dirancang dengan tepat, KEK berpotensi mendorong pemerataan pembangunan dan mengurangi kesenjangan regional yang selama ini menjadi masalah klasik ekonomi Indonesia.

Lapangan Kerja Baru

Pengamat ekonomi dari Universitas Surabaya (Ubaya), Wibisono Hardjopranoto, mengatakan , Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) memang dapat membantu mengatasi kesenjangan ekonomi karena menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.

“KEK dapat membantu mengurangi kemiskinan karena bisa menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan warga sekitarnya. Sedangkan daya tarik investasinya baik Foreign Direct Investment (FDI) maupun domestik juga akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kesenjangan,” katanya.

Belum lagi infrastrukturseperti jalan, pelabuhan, dan lainnya yang lebih memadai akan meningkatkan efisiensi dan perputaran roda ekonomi.

  • pemerataan pembangunan

Redaktur: Diapari S

Penulis: Diapari S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.