Suaminya Tetap Minta Mpok Alpa Beberes Rumah dan Urus Anak, Apa itu Patriarki?

Selasa, 19 Agu 2025, 08:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Dalam kehidupan rumah tangga, pembagian peran antara suami dan istri sering kali menjadi sorotan. Salah satu isu yang kerap muncul adalah sikap suami yang masih terikat dengan pola pikir patriarki. 

Istilah suami patriarki merujuk pada laki-laki yang memandang dirinya sebagai pusat kendali keluarga, dengan hak dominan atas keputusan rumah tangga, sekaligus menuntut istri untuk mengemban sebagian besar beban domestik meski istri juga memiliki peran lain di ranah publik.

Ket. Foto: — Sumber: Instagram/@nina_mpokalpa

Kasus serupa sempat mencuat ketika Mpok Alpa, komedian sekaligus artis televisi, mengungkap bahwa sang suami pernah menyuruhnya tetap melaksanakan tugas rumah tangga seperti memasak, mengurus anak, hingga beberes rumah, meskipun dirinya sudah sibuk bekerja di dunia hiburan. 

Pernyataan tersebut memunculkan diskusi luas mengenai apa itu suami patriarki dan bagaimana dampaknya pada kehidupan istri.

Apa Itu Suami Patriarki?

Suami patriarki adalah suami yang menempatkan dirinya sebagai figur dominan dalam rumah tangga, dengan pandangan bahwa istri wajib menjalankan pekerjaan domestik, terlepas dari kondisi atau kesibukan lain yang dimiliki. 

Pola pikir ini bersumber dari budaya patriarki yang sudah mengakar di banyak masyarakat, di mana laki-laki dianggap sebagai kepala rumah tangga yang berhak memimpin, sementara perempuan ditempatkan sebagai pengurus rumah tangga.

Dalam praktiknya, sikap ini sering terlihat melalui tuntutan suami agar istri tetap mengurus rumah secara penuh, meski istri juga memiliki pekerjaan profesional. Ketidakseimbangan inilah yang kerap menimbulkan ketegangan, karena beban ganda jatuh pada istri.

Relevansi dengan Kisah Mpok Alpa

Mpok Alpa dikenal sebagai sosok pekerja keras yang meniti karier dari bawah hingga akhirnya bisa dikenal luas di televisi. Namun di balik layar, ia tetap dituntut oleh suaminya untuk menjalankan tanggung jawab domestik. 

Hal ini mencerminkan bagaimana pola pikir patriarki masih hidup bahkan di era modern, ketika perempuan sudah aktif berkarier dan ikut menopang ekonomi keluarga.

Meski begitu, kisah ini juga memperlihatkan dinamika yang dialami banyak pasangan di Indonesia. Banyak istri pekerja yang masih menghadapi tuntutan serupa, di mana peran domestik dianggap sepenuhnya tanggung jawab perempuan, sedangkan kontribusi ekonomi mereka sering tidak diiringi dengan keringanan beban di rumah.

Dampak Suami Patriarki

Sikap suami patriarki bisa berdampak pada kesejahteraan psikologis dan fisik istri. Perempuan yang harus menanggung beban ganda rentan mengalami stres, kelelahan, hingga rasa tidak dihargai. 

Selain itu, hubungan rumah tangga bisa menjadi timpang karena tidak ada pembagian peran yang adil.

Namun, tidak semua sikap patriarki selalu berujung negatif. Sebagian pasangan mampu menemukan titik tengah melalui komunikasi terbuka. 

Jika suami bersedia memahami kondisi istri, dan istri dapat menjelaskan beban yang dirasakan, maka pola pikir tradisional itu bisa bergeser ke arah yang lebih setara.

Menuju Kesetaraan

Suami dan istri dapat saling berbagi tugas sesuai kesepakatan, agar keduanya merasa dihargai dan tidak terbebani secara berlebihan.

Dengan begitu, rumah tangga tidak hanya berdiri di atas dominasi salah satu pihak, tetapi dibangun atas dasar kebersamaan, pengertian, dan keadilan.

Diketahui jika sebelum meninggal dunia, Mpok Alpa dikenal sebagai istri yang begitu memuliakan suami. Bahkan ia rela kabur syuting saat suaminya menyuruh pulang.***

  • mpok alpa
  • suami patriarki

Redaktur: Weti Aprianti

Penulis: Weti Aprianti

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.