Trump: Putin akan Terima Konsekuensi Berat jika Tak Hentikan Perang di Ukraina
Jum'at, 15 Agu 2025, 09:42 WIBWASHINGTON-Â Jika tidak bersediamengakhiri perang di Ukraina,Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, Rabu (14/8) telah menyampaikan pesan bernada ancaman kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin, dengan sebutan âkonsekuensi yang sangat beratâ.
Ketika ditanya apakah Rusia akan menghadapi dampak jika Putin tidak sepakat untuk mengakhiri konflik, Trump menjawab, âYa, mereka akan menghadapinya.â
âMereka akan menghadapi konsekuensi yang sangat serius,â ujarnya saat memberikan keterangan di Kennedy Center, Washington, D.C.
Pernyataan itu disampaikan hanya beberapa jam setelah Trump mengikuti pertemuan virtual dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan sejumlah pemimpin di Eropa. Trump menyebut pertemuan tersebut âsangat baik.â
âSaya akan menilainya 10, Anda tahu, sangat, sangat bersahabat,â katanya.
Komentar itu muncul saat Trump bersiap untuk bertemu langsung dengan Putin untuk pertama kali di masa jabatan keduanya. Trump mengatakan, pertemuan tatap muka yang dijadwalkan berlangsung di Anchorage, kota terpadat di Alaska, kemungkinan akan menghasilkan pembentukan pertemuan puncak trilateral antara dirinya, Putin, dan Zelenskyy.
âAda peluang sangat besar bahwa kita akan mengadakan pertemuan kedua yang akan lebih produktif dari yang pertama, karena pertemuan pertama ini akan saya gunakan untuk mengetahui posisi kita dan apa yang sedang kita lakukan,â ujarnya.
âJika pertemuan pertama berjalan baik, kita akan segera mengadakan pertemuan kedua. Saya ingin melakukannya segera, dan mengadakan pertemuan antara Presiden Putin, Presiden Zelenskyy, dan saya sendiri, jika mereka bersedia,â kata Trump menambahkan.
Lebih lanjut Trump mengatakan, meski âhal-hal hebat tertentuâ dapat dicapai dalam pertemuan di hari Jumat, agenda utama pertemuan tersebut adalah âmenyiapkan panggungâ untuk pertemuan trilateral lanjutan. Namun, ia mengakui bahwa hal itu belum tentu terwujud.
âMungkin tidak akan ada pertemuan kedua, karena jika saya merasa tidak tepat untuk mengadakannya akibat tidak mendapat jawaban yang kami perlukan, maka kami tidak akan mengadakan pertemuan kedua,â tegasnya.
Menurutnya, tujuan utama dalam pertemuan puncak pada Jumat (15/8) dengan Presiden Russia Vladimir Putin adalah untuk mencapai gencatan senjata.
Trump mengatakan hal tersebut kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan para pemimpin penting Eropa, menurut laporan Axios yang mengutip dua sumber.
Selain gencatan senjata, kata Trump, pertemuan puncak di Alaska tersebut juga bertujuan untuk âlebih memahamiâ prospek kesepakatan damai yang utuh.
Tidak Dapat Dipercaya
Laporan itu mengatakan, Zelenskyy memperingatkan Trump selama pertemuan virtual bahwa "Putin tidak dapat dipercaya," mendesak tekanan lebih lanjut terhadap Moskow dan menolak pengakuan hukum atas wilayah yang diduduki Russia.
Trump dilaporkan mengatakan kepada para pemimpin bahwa dia tidak dapat memutuskan masalah teritorial, mengutip sumber anonim yang mengetahui pertemuan tersebut.
Tetapi Trump menyarankan pertukaran lahan mungkin menjadi bagian dari kesepakatan damai, dengan mengatakan bahwa diskusi semacam itu harus dilakukan antara Putin dan Zelenskyy.
- perang Rusia-Ukraina
Redaktur: Diapari S
Penulis: Diapari S
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.