Dalam podcast yang diunggah baru-baru ini, Soimah membagikan pengalamannya soal cara dia menyikapi pacar anaknya. Siapa sangka, sikap tegas yang selama ini membuatnya disegani justru ditunjukkan dengan cara yang dianggap "mertua tipe mimpi buruk" bagi para wanita yang tengah menjalin hubungan dengan anak laki-laki.
âJustru awal-awal aku ospek pacarnya. Pokoknya dengan mulutku ini aku ospek,â ungkap Soimah dalam cuplikan video yang dibagikan ulang oleh akun @pembasmi.kehaluan.reall pada Kamis (14 Agustus 2025).
Diakui Soimah, pendekatannya memang keras dan blak-blakan, khususnya saat menghadapi calon menantu. Bahkan ia mengakui sempat sampai membuat pacar anaknya menangis.
âSempat awal-awal tuh dia nangis, pokoknya aku maki-maki, aku ini dengan caraku lah,â cerita Makâe jujur.
Lebih lanjut, Soimah menambahkan, âPokoknya banyaklah kata-kataku yang ketus yang nggak bisa tak omongin di sini, banyak.â
Sikap kerasnya ini sengaja ditunjukkan di awal agar pacar anaknya bisa memahami dan menerima kondisi keluarga secara apa adanya.
âLu pacaran sama anakku harus nerima ini orangtuanya. Jadi aku suka memperlihatkan hal terburukku di awal,â jelas Makâe secara terbuka.
Menurutnya, bila calon menantu sudah merasa tidak nyaman atau menilai buruk dirinya dari awal, maka kemungkinan hubungan itu tidak akan bertahan lama.
âJadi kalau kalian langsung menilaiku buruk, maksudnya langsung nggak betah ya nanti next nggak akan betah,â tutur Soimah.
Meskipun begitu, akhirnya pacar anak Soimah datang untuk meminta maaf, dan hubungan mereka pun berlanjut hingga kini. âAku nggak melunak dan itu prosesnya masih berjalan yang aku ospek itu masih berjalan sampai hari ini,â tegasnya.
Namun pernyataan jujur dan blak-blakannya itu memicu pro dan kontra di kalangan netizen. Beberapa komentar bahkan menyayangkan cara Soimah yang dianggap terlalu keras.
Seorang netizen menulis, âSeganteng dan sekaya apapun kalau anak perempuan ku dibegitukan aku gak mau.â
Komentar lain menegaskan pentingnya menghargai perasaan pacar anak, âYang berharga itu bukan cuma anakmu aja. Anak orang lain pun berharga buat orang tuanya.â
Pernyataan Soimah ini kembali mengingatkan mengenai dinamika antara mertua dan menantu yang seringkali menjadi topik sensitif. Sikap terbuka dan tegas Soimah memang menjadi ciri khasnya, namun cara penyampaiannya kali ini memantik reaksi beragam dari masyarakat.
Para netizen pun terus memperdebatkan apakah pendekatan âospekâ keras ini efektif atau justru kontraproduktif dalam membangun hubungan keluarga harmonis.