Bahaya Sering Mengorek Telinga dengan Cutton Bud
Senin, 11 Agu 2025, 15:30 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Bagi banyak orang, membersihkan telinga dengan cotton bud sudah menjadi kebiasaan rutin.Â
Rasanya lega ketika kotoran telinga terlihat menempel di kapas putih, seolah telinga menjadi lebih bersih. Namun, kebiasaan ini justru menyimpan bahaya yang sering diabaikan.Â
Terlalu sering mengorek telinga dengan cotton bud bukan hanya tidak perlu, tapi juga dapat membahayakan kesehatan telinga.
Dilansir dari laman Instagram @pandemictalks, hal itu dialami seorang wanita asal Malang bernama Ajeng Dian Anggi Pertiwi (34) membagikan kisahnya yang viral di media sosial, dia harus menjalani operasi telinga akibat gangguan pendengaran yang dialami, yang disebabkan oleh kebiasaan buruknya membersihkan telinga dengan cotton bud selama sekitar empat tahun terakhir.
Menurut Ajeng, penggunaan cotton bud secara intensif telah membuat telinganya terlalu bersih, yang justru berdampak negatif dan menyebabkan kerusakan sehingga perlu dioperasi
Fungsi Alami Kotoran Telinga
Kotoran telinga atau serumen sebenarnya bukanlah kotoran dalam arti negatif. Serumen diproduksi secara alami oleh kelenjar di saluran telinga untuk melindungi telinga dari debu, bakteri, dan kelembapan berlebih.Â
Lapisan ini juga membantu menjaga kesehatan kulit di dalam telinga dan mencegah iritasi. Dalam kondisi normal, serumen akan bergerak keluar dengan sendirinya melalui mekanisme alami, misalnya ketika kita mengunyah atau berbicara.
Risiko Menggunakan Cotton Bud Terlalu Sering
Mendorong Kotoran Lebih Dalam
Alih-alih mengeluarkan, cotton bud sering kali justru mendorong serumen lebih jauh ke dalam saluran telinga. Akibatnya, kotoran bisa menumpuk dan membentuk sumbatan yang mengganggu pendengaran.
Luka dan Iritasi
Kulit di dalam telinga sangat tipis dan sensitif. Gesekan berulang dari kapas dapat menyebabkan iritasi atau bahkan luka kecil. Luka ini berisiko menjadi pintu masuk bagi bakteri yang memicu infeksi telinga.
Kerusakan Gendang Telinga
Penggunaan cotton bud yang terlalu dalam dapat secara tidak sengaja menusuk atau merobek gendang telinga. Kerusakan ini bisa menyebabkan nyeri hebat, penurunan pendengaran, bahkan memerlukan tindakan medis untuk memulihkannya.
Infeksi Telinga
Ketika pelindung alami telinga terganggu, bakteri dan jamur lebih mudah berkembang. Infeksi telinga dapat menimbulkan gejala seperti nyeri, demam, telinga terasa penuh, hingga keluarnya cairan.
Alternatif Membersihkan Telinga yang Aman
Membersihkan telinga sebenarnya tidak harus dilakukan setiap hari, bahkan tidak selalu diperlukan jika tidak ada keluhan. Jika terasa kotor atau tersumbat, ada beberapa cara yang lebih aman:
Gunakan kain lembut untuk membersihkan bagian luar telinga saja.
Tetes telinga pelunak serumen dapat membantu melunakkan kotoran sehingga lebih mudah keluar secara alami.
Irigasi telinga oleh tenaga medis bila kotoran sudah menumpuk dan mengganggu pendengaran.
Pemeriksaan rutin ke dokter THT jika sering merasa telinga penuh atau mengalami gangguan pendengaran.
Terlalu sering mengorek telinga dengan cotton bud bukanlah kebiasaan yang sehat. Selain berisiko mendorong kotoran lebih dalam, kebiasaan ini juga dapat menyebabkan luka, infeksi, bahkan kerusakan permanen pada telinga.Â
Ingat, kotoran telinga memiliki fungsi penting sebagai pelindung alami. Membersihkan telinga cukup dilakukan bila memang diperlukan, dan sebaiknya dilakukan dengan cara yang aman atau oleh tenaga medis.
Mengutamakan kesehatan telinga berarti menghargai fungsi alami yang telah disediakan tubuh. Jadi, sebelum memasukkan cotton bud ke telinga, pikirkan kembali apakah itu benar-benar perlu.***
- Bahaya mengorek telinga
Redaktur: Weti Aprianti
Penulis: Weti Aprianti
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.