- Home
-
- Entertainment
-
- Dikenal Vokal Edukasi Sk...
Dikenal Vokal Edukasi Skincare, Doktif Malah Langgar Aturan BPOM? Ini Faktanya!
Minggu, 10 Agu 2025, 13:30 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Nama Dokter Detektif, atau yang lebih akrab disebut Doktif, selama ini dikenal sebagai sosok yang berani bersuara lantang dalam membongkar fakta-fakta di balik produk kecantikan. Lewat berbagai platform media sosial, ia sering mengedukasi publik tentang pentingnya memahami kandungan skincare dan memilih produk yang aman. Namun kini, Doktif justru tersandung masalah yang bertolak belakang dengan citranya sendiri.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI pada Kamis (7/8) merilis daftar 21 produk kosmetik yang izin edarnya resmi dicabut. Empat di antaranya diketahui berafiliasi dengan Doktif, yakni:
-
AAC Face Tonic AHA
-
AAC Day Cream with Brightener
-
AAC SB Oily
-
Amiraderm Glowing Night Cream Series
Pencabutan ini dilakukan setelah BPOM menemukan adanya ketidaksesuaian komposisi antara bahan yang digunakan saat produksi dengan yang didaftarkan dalam proses notifikasi. Hal ini dinilai berpotensi merugikan konsumen, terutama mereka yang memiliki kulit sensitif atau alergi terhadap kandungan tertentu.
âRisiko yang dapat timbul berupa reaksi alergi bagi pengguna yang sensitif terhadap bahan tidak tercantum dalam label produk,â jelas Prof. Taruna Ikrar, Kepala BPOM RI.
Lebih lanjut, BPOM menegaskan bahwa komposisi yang tidak sesuai juga bisa menggugurkan klaim manfaat produk yang dijanjikan di kemasan. Dengan kata lain, konsumen bisa saja tertipu oleh janji hasil tanpa tahu bahwa kandungannya tak sesuai.
Menanggapi kabar ini, Doktif memberi respons singkat yang cukup mencengangkan, âNggak apa-apa, kan saya nggak pernah jualan keranjang produk berbahaya,â ujarnya.
Namun, pernyataan tersebut justru menambah tanda tanya dari publik apalagi mengingat perannya selama ini sebagai garda depan edukasi skincare yang aman.
BPOM sendiri menegaskan bahwa mereka tetap netral dan konsisten dalam melindungi masyarakat dari produk berisiko. âPelaku usaha harus jujur dan bertanggung jawab kepada konsumen,â tutup pernyataan resmi BPOM.
Kasus ini membuka ruang diskusi: apakah edukator skincare juga perlu lebih transparan soal produk yang mereka rilis sendiri? Satu hal yang pasti, publik kini semakin kritis, dan kepercayaan bukan hal yang bisa dibangun dengan klaim semata.
- Skincare
- Nikita Mirzani
Redaktur: Nuraini Andriani
Penulis: Nuraini Andriani
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.