Bukan Paksaan, Tapi Kemewahan! Pelawak ini Bongkar Taktik Mewah Sekte ‘Gereja Setan’ Rekrut Anggota
Minggu, 10 Agu 2025, 15:30 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Selama ini, banyak orang mengira bahwa masuk ke sekte sesat identik dengan tekanan, ancaman, atau praktik gaib yang menyeramkan. Namun, komedian Mongol Stres justru membongkar sisi lain yang jauh lebih menggiurkan dan diam-diam lebih berbahaya.
Dalam sebuah pernyataan yang mengejutkan publik, Mongol mengaku pernah terlibat dalam komunitas yang menjadi inspirasi film Gereja Setan. Alih-alih diminta donasi, para anggotanya justru disuguhi kemewahan, uang tunai, hingga fasilitas kelas atas. Sebuah strategi âhalusâ yang terbukti efektif menggoda banyak orang, terutama anak muda.
âYang ditawarkan itu bukan ancaman, tapi hedonisme,â ungkap Mongol saat ditemui di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Senin (28/7/2025). âSatanik justru ngasih lu duit, karena dia sumbernya.â
Uang dan Hadiah Mewah untuk Perekrutan
Mongol menjelaskan bahwa anggota yang berhasil membawa âkepala baruâ ke dalam ritual akan menerima bayaran yang tak sedikit. Misalnya, dalam satu upacara besar, setiap anggota baru bisa dihargai Rp 500 ribu.
âTiga orang, satu kepala gopek. Seminggu ada dua ritual, bisa dua kali lipat. Kebeli iPhone, Bang, dua kali ritual,â katanya sambil tersenyum getir.
Sistem ini menciptakan lingkaran setan secara harfiah, di mana para anggota terus-menerus merekrut demi keuntungan pribadi, bukan karena keyakinan spiritual.
Jebakan Hedonisme dan Perasaan Berutang Budi
Tak hanya uang, sekte ini juga kerap menyamarkan perekrutan dalam bentuk acara komunitas anak muda. Makan malam mewah, venue eksklusif, hingga suasana hangat yang tampak bersahabat semua dibalut agar calon anggota tak menyadari bahwa mereka sedang dijerat.
âKita nggak berani nolak setelah dikasih makan mewah. Rasanya kayak utang budi,â jelas Mongol.
Ancaman Tak Kasat Mata Jika Ingin Keluar
Namun, di balik kemilau duniawi itu, ancaman sesungguhnya muncul ketika seseorang mencoba keluar. Menurut Mongol, ancaman tersebut tak berupa kekerasan fisik, melainkan gangguan tak kasat mata yang sulit dijelaskan.
âKalau yang nggak kasat mata tiba-tiba berubah jadi kasat mata, itu baru berbahaya,â tegasnya.
Meski demikian, Mongol menyatakan bahwa sejauh ini, di Indonesia atau Asia, belum ada kasus pembunuhan fisik terkait sekte semacam ini. Berbeda dengan negara-negara Barat, yang kerap mencatat kasus ekstrem.
Mongol pun menutup ceritanya dengan pesan agar masyarakat lebih waspada. Karena tak semua jebakan hadir dalam bentuk horor kadang ia muncul dalam bentuk kemewahan yang sulit ditolak.
- Mongol
- Stand Up Comedy
Redaktur: Nuraini Andriani
Penulis: Nuraini Andriani
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.