Belum Banyak yang Tahu! Begini Co-Parenting Pola Asuh yang kompak Diterapkan Acha Septriasa dan Mantan Suami
Minggu, 10 Agu 2025, 14:30 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Perceraian tak selalu harus berakhir dengan pertengkaran atau renggangnya hubungan antara mantan pasangan setidaknya itu yang diperlihatkan oleh aktris Acha Septriasa dan mantan suaminya, Vicky Kharisma. Meski kabar perpisahan mereka sempat mengejutkan publik karena dilakukan diam-diam, justru pola asuh yang mereka pilih pasca bercerai kini mencuri perhatian yakni co-parenting.
Dalam salah satu unggahannya di media sosial, pemeran utama film Love is Cinta ini mengungkap bahwa co-parenting adalah keputusan terbaik demi masa depan putri mereka, Bridgia. Acha menekankan bahwa meski rumah tangga mereka sudah berakhir, tanggung jawab sebagai orang tua tetap utuh.
Lalu, apa sebenarnya co-parenting yang dimaksud Acha?
Mengutip dari Family Assist, co-parenting adalah bentuk pengasuhan bersama antara dua orang tua yang telah berpisah. Inti dari pola ini adalah tetap menjaga keterlibatan aktif kedua pihak dalam kehidupan anak. Bukan hanya soal jadwal kunjungan, tetapi juga menyangkut komunikasi intens soal pendidikan, kesehatan, keseharian, hingga nilai-nilai yang ingin ditanamkan.
Pola ini menuntut kedewasaan dan komunikasi yang terbuka meski menjadi sesuatu yang tidak mudah, apalagi jika perceraian disertai konflik emosional. Tapi bagi pasangan seperti Acha dan Vicky, keputusan ini justru menjadi bukti kedewasaan mereka dalam menempatkan kepentingan anak di atas ego pribadi.
Co-parenting yang sehat membawa banyak manfaat. Anak tetap merasa dicintai oleh kedua orang tua, punya rasa aman secara emosional, serta belajar tentang kerja sama dan penyelesaian konflik secara positif dari orang tuanya sendiri.
Tentu, co-parenting bukan tanpa tantangan. Butuh komitmen, empati, dan kemampuan untuk menekan ego demi kesejahteraan si kecil. Namun ketika dilakukan dengan niat yang tulus, hasilnya bisa menjadi pengalaman tumbuh yang luar biasa, baik untuk anak maupun orang tua.
Melihat cara Acha Septriasa menangani masa transisinya dengan elegan, publik pun kembali diingatkan bahwa cinta untuk anak tak harus berhenti ketika pernikahan usai.
Berikut beberapa teknik mudah menerapkan co-parenting yang bisa dicoba:
1. Pisahkan Ego, Fokus pada Anak
Langkah pertama yang paling penting: tinggalkan konflik pribadi. Co-parenting bukan tentang siapa yang benar atau salah, tapi tentang bagaimana anak tetap merasa dicintai dan didukung oleh kedua orang tuanya.
2. Buat Jadwal yang Konsisten dan Disepakati Bersama
Atur jadwal kunjungan, liburan, atau tanggung jawab harian secara adil dan fleksibel. Komunikasikan dengan jelas dan dokumentasikan kesepakatan agar tidak ada salah paham.
3. Komunikasi Terbuka & Positif
Gunakan komunikasi yang sopan dan langsung. Hindari drama dan bahasa menyalahkan. Bila perlu, gunakan aplikasi atau chat grup khusus parenting untuk mengatur jadwal atau berbagi info penting tentang anak.
4. Tunjukkan Rasa Hormat di Depan Anak
Hindari menjelekkan mantan pasangan di depan anak. Anak tidak perlu dibebani dengan konflik orang dewasa. Tunjukkan bahwa kamu dan mantan bisa bekerja sama demi kebaikannya.
5. Ambil Keputusan Besar Secara Bersama
Hal-hal penting seperti pendidikan, kesehatan, dan nilai-nilai dasar harus dibahas dan diputuskan berdua. Ini menunjukkan bahwa anak tetap jadi prioritas bersama.
- Pola Asuh
- Cerai
Redaktur: Nuraini Andriani
Penulis: Nuraini Andriani
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.