- Home
-
- Entertainment
-
- Masuk RSJ di Usia 18! Su...
Masuk RSJ di Usia 18! Suara Hati May Bongkar Gelapnya Depresi yang Kian Mengintai Generasi Muda!
Selasa, 05 Agu 2025, 16:45 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Fenomena gangguan kesehatan mental tak lagi memandang usia. Bukti nyatanya datang dari pengalaman pilu May, seorang perempuan muda asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang harus dirawat inap di rumah sakit jiwa (RSJ) saat usianya baru menginjak 18 tahun.Â
Bukan karena kesurupan atau gangguan mistis seperti yang dulu sering dikaitkan, tetapi karena depresi berat yang nyaris merenggut kendali hidupnya.
May mengaku tak pernah menyangka kecemasan yang selama ini dipendam dalam diam ternyata sudah masuk kategori gangguan mental serius.Â
Lebih lanjut, May menceritakan gejalanya muncul secara perlahan tapi terus memburuk mulai dari kecemasan ekstrem, ketakutan berlebihan, gangguan tidur, hingga perilaku menyakiti diri sendiri.
"Aku tuh selalu ngerasa takut dan cemas secara berlebihan. Sering mikir negatif terus, bahkan buat hal kecil," ungkapnya, Selasa (5/8/2025).
"Aku susah banget komunikasiin perasaan ke orang lain. Tidur nggak nyenyak, dan udah beberapa kali nyakitin diri sendiri," lanjutnya.
Gejala tersebut dibiarkan selama berbulan-bulan, hingga akhirnya ia menyadari ini bukanlah kondisi yang bisa diselesaikan dengan positive thinking semata.Â
Momen terbesarnya ketika akhirnya memberanikan diri untuk berkonsultasi ke psikiater. Hasil tes psikologis MCMI menunjukkan ia mengidap depresi berat, dan harus menjalani rawat inap selama tiga hari.
Kini, setelah melalui perawatan medis dan psikologis, May mengaku kondisinya jauh lebih stabil.Â
Ia masih mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter, dan mencoba mengisi hari-harinya dengan kegiatan positif seperti membaca buku-buku filsafat Stoik, aliran yang mengajarkan ketenangan dan kebijaksanaan dalam menghadapi tekanan hidup.
"Alhamdulillah, sekarang pikiranku jadi lebih terbuka. Aku juga masih kontrol ke dokter," katanya penuh syukur.
Kini May pun mengirimkan pesan penting untuk seluruh generasi muda di luar sana, jangan remehkan rasa takut, cemas, atau overthinking yang kalian alami.Â
Jangan tunggu hingga semua terlambat. Ia juga menekankan pentingnya memiliki lingkungan yang suportif, karena kesehatan mental bukan hal sepele.
"Jangan pendam sendiri. Cari bantuan, cari tempat aman. Dan tolong banget, jangan anggap overthinking itu hal biasa," tutupnya.Â
Cerita May bukan sekadar kisah pribadi, ini alarm keras bagi kita semua tentang generasi muda tengah digempur badai mental yang nyata.Â
Waspadai gejalanya, pedulikan temanmu, dan jangan pernah anggap remeh kesehatan mental.
- Viral
- Kesehatan Mental
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.