Malaysia Kembali Klaim Batik? Ini Bukti Batik Warisan Asli Indonesia!

Sabtu, 02 Agu 2025, 16:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Jagat media sosial X kembali dibuat gaduh. Kali ini, topik yang bikin netizen panas bukan soal drama idol KPop atau tren baru, tapi perkara serius soal klaim budaya, batik!

Semua bermula dari video wawancara yang viral, di mana konten kreator asal Malaysia, Mark O'dea, berbincang dengan para pemain Fantastic Four: First Steps. 

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Dalam momen itu, Mark menyebut “batik is very traditional in Malaysia.” Pernyataan inilah yang langsung memicu kemarahan netizen Indonesia.

Lantas, publik pun bertanya-tanya, siapa sebenarnya pemilik sah warisan budaya bernama batik ini? Dari mana asal kata batik?

Jawabannya jelas dan sah secara internasional, batik adalah warisan budaya dunia asal Indonesia, yang diakui resmi UNESCO sejak 2 Oktober 2009 sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi. 

Maka tak heran jika setiap 2 Oktober akan dirayakan sebagai Hari Batik Nasional oleh masyarakat Indonesia.

Jejak Etimologi: Batik dari Bahasa Jawa, Bukan Bahasa Tetangga!

Berdasarkan kajian etimologis yang tercantum dalam berbagai literatur, termasuk buku “The Heritage of Batik” karya Primus Supriono, asal-usul kata batik bisa ditelusuri sebagai berikut:

1. Amba + Tik

“Amba” berarti lebar atau menulis, sedangkan “tik” berarti titik. 

Jadi, batik bermakna menulis titik-titik di atas kain lebar, menciptakan pola khas yang menjadi ciri batik.

2. Mbat + Tik

Menurut peneliti Musman dan Arini, “mbat” dari “ngembat” (melempar) dan “tik” dari “nitik” (membuat titik). 

Artinya, membatik adalah melempar atau membuat titik-titik berulang hingga membentuk motif tertentu.

3. Tik

Versi Kuswadji menyebut “tik” berarti kecil. Maka, mbatik berarti menggambar pola-pola kecil dan rumit dengan teknik khusus.

4. Bathik

Versi ejaan lama ini menggunakan aksara Jawa “tha”, bukan “ta”. 

Penekanan bukan hanya pada titik, tapi keseluruhan proses membatik, mulai dari penggambaran motif hingga pelorodan lilin.

5. Tanpa Arti Spesifik?

Arkeolog UGM, Dr Kusnin Asa, menyatakan bahwa "ba" (bahan) dan "tik" (titik) sebenarnya tidak punya arti khusus, tetapi menyatu sebagai batik. 

Namun, tetap saja, penggunaan dan prosesnya hanya dikenal secara mendalam di tanah Jawa.

Jadi, alih-alih diklaim sepihak negara lain, fakta sejarah dan pengakuan global membuktikan batik adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Indonesia.

Kalau ada yang coba ngaku-ngaku, tinggal sodorkan fakta ini. 

Netizen? Siap jadi garda terdepan bela warisan budaya nusantara!

  • Indonesia
  • Malaysia

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.