Ngeri! Botox Bikin Ibu 3 Anak Ini Tak Bisa Bicara, Jalan, bahkan Mengasuh Anaknya
Jum'at, 01 Agu 2025, 14:15 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Keinginan tampil muda dan segar menjadi mimpi buruk bagi Amanda Wolaver, seorang ibu tiga anak asal Georgia, Amerika Serikat. Selama lebih dari satu dekade, Amanda rutin melakukan suntik botox tanpa kendala berarti. Namun, keputusan mencoba merek baru di tahun 2023 menjadi titik balik hidupnya dan hampir merenggut nyawa.
Pada Agustus 2023, Amanda menjalani prosedur suntik botulinum toxin menggunakan 104 unit Dysport, produk sejenis botox yang umum dipakai untuk mengurangi kerutan. Suntikan itu ditargetkan pada area dahi, sekitar mata, dan di antara alis. Biaya yang ia keluarkan setara Rp11 juta. Namun, efek yang dirasakan jauh dari harapan.
Sehari setelah prosedur, Amanda mulai mengalami migrain hebat dan gangguan bicara. Awalnya, ia mengira itu hanya reaksi sementara. Namun dalam hitungan hari, tubuhnya mulai melemah. Ia kehilangan kemampuan dasar seperti mandi, berdandan, bahkan sekadar berjalan ke luar rumah.
âSaya merasa seperti perlahan-lahan sekarat,â ujar Amanda. âSaya bahkan tak bisa menjadi ibu bagi anak-anak saya.â
Berbagai prosedur medis ia jalani dari 10 lebih MRI dan CT scan, pungsi lumbal, hingga pemantauan jantung. Namun, penyebab pasti tidak juga ditemukan. Dokter sempat mencurigainya mengidap multiple sclerosis atau gangguan autoimun lainnya.
Barulah empat bulan kemudian, hasil MRI menunjukkan Amanda mengalami Transient Ischemic Attack (TIA) semacam stroke ringan yang mengindikasikan gangguan serius pada otak. Meski diagnosis itu menjelaskan sebagian gejala, Amanda masih merasa ada yang tak beres.
Harapan datang dari tempat tak terduga yakni sebuah forum online. Di sana, Amanda membaca pengalaman orang-orang yang mengalami gejala serupa setelah suntik botulinum toxin. Ia kemudian didiagnosis mengalami iatrogenic botulism, yaitu keracunan neurotoksin akibat kesalahan medis atau paparan dosis tinggi botox.
âItu momen pahit manis,â katanya. âSaya akhirnya tahu apa yang terjadi, tapi tak ada obat untuk ini. Tak ada jaminan saya akan pulih sepenuhnya.â
Kini, Amanda fokus pada pemulihan lewat pola makan sehat, detoksifikasi alami, dan gaya hidup baru. Meski belum sepenuhnya pulih, ia merasa telah menemukan perspektif baru dalam hidup.
âSaya tidak peduli lagi soal kerutan,â ujarnya. âYang penting, saya bisa kembali hadir untuk anak-anak saya. Dan semoga, cerita saya ini bisa menyelamatkan orang lain dari nasib serupa.â
Kisah Amanda jadi pengingat keras dalam pencarian akan kesempurnaan fisik, risiko yang tersembunyi bisa datang dengan harga yang sangat mahal bahkan nyawa.
- Botox
- efek samping botox
Redaktur: Nuraini Andriani
Penulis: Nuraini Andriani
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.