Hiburan atau Teror Akustik? Sound Horeg Berikan Ancaman Tersembunyi, Sebabkan Tuli, Gangguan Mental, hingga Sakit Jantung!
Sabtu, 26 Jul 2025, 17:00 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Fenomena sound horeg kini menjelma menjadi "budaya bising" baru yang menyebar di berbagai pelosok Indonesia.Â
Iring-iringan parade dengan sound system raksasa yang menghentak bumi ini awalnya dianggap hiburan murah meriah, namun siapa sangka, di balik dentuman musiknya tersimpan bahaya yang tak main-main.
Video-video yang beredar memperlihatkan atap rumah warga bergeser, genteng melorot, bahkan jendela bergetar hebat karena frekuensi suara yang ekstrem.Â
Efeknya tak selalu langsung terasa, sehingga banyak orang menyepelekan. Tapi jika dibiarkan, sound horeg bisa jadi bom waktu bagi kesehatan masyarakat.
Ancaman Serius untuk TelingaÂ
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan batas aman paparan suara adalah 85 desibel (dB) selama maksimal 8 jam.Â
Namun, volume dari sound horeg bisa menembus 100â120 dB, angka yang bisa langsung merusak telinga bahkan dalam waktu singkat.
Paparan suara bising ini dapat menyebabkan Noise-Induced Hearing Loss (NIHL), yaitu kerusakan permanen pada saraf pendengaran.Â
Gejala awalnya mungkin hanya dengung (tinnitus), tapi jika terus terpapar, bisa berujung pada ketulian seumur hidup, apalagi pada anak-anak dan lansia yang lebih rentan.
Bukan Cuma Telinga, Mental pun Ikut Terguncang
Tak hanya fisik, suara brutal dari sound horeg juga berdampak pada kesehatan mental. Penelitian mencatat kebisingan kronis bisa memicu stres akustik, yaitu kondisi psikologis akibat beban suara berlebihan.
Efeknya termasuk:
- Sulit tidur (insomnia)
- Kecemasan berlebihan dan mudah tersinggung
- Menurunnya konsentrasi dan daya ingat, terutama pada anak-anak
Bagi warga yang harus âmenikmatiâ dentuman ini setiap malam, sound horeg bukan hiburan, tapi siksaan mental yang merusak kualitas hidup.
Jantungmu Jadi Korban
Bukan hanya telinga dan mental, jantung pun bisa terkena imbasnya. Studi dari European Heart Journal menyebutkan bahwa paparan suara di atas 65 dB secara terus-menerus meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, aritmia, hingga penyakit jantung koroner.
Ironisnya, semua ini bisa terjadi tanpa disadari. Bayi, ibu hamil, penderita hipertensi, hingga lansia jadi korban tak bersuara di sepanjang rute parade sound horeg.
Saatnya Bertindak Sebelum Terlambat!
Perlu langkah tegas dan edukasi massif, sound horeg harus ditertibkan. Gunakan pengukur desibel, batasi jam operasional, dan atur jarak aman dari pemukiman.
Jika tidak segera ditangani, hiburan massal ini bisa jadi penyebab epidemi diam-diam, tuli massal, gangguan jiwa, hingga krisis kesehatan jantung.Â
Saatnya sadar suara keras bukan selalu tanda kemeriahan, tapi bisa jadi awal petaka.
- Gangguan Mental
- Sound Horeg
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.