Ternyata ini Biang Kerok Munculnya Fenomena Rojali dan Rohana di Mal, Tanda Bahaya Ekonomi?

Jum'at, 25 Jul 2025, 09:30 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Pernah melihat orang berkerumun di mal, berpindah dari satu toko ke toko lain, tapi tak ada satupun tas belanja di tangan mereka? Fenomena ini punya nama yang cukup jenaka yakni Rojali (Rombongan Jarang Beli) dan Rohana (Rombongan Hanya Nanya). Tapi di balik istilah lucu itu, ternyata ada realita ekonomi yang cukup serius.

Menurut Menteri Perdagangan Budi Santoso, kebiasaan “window shopping” ini sebenarnya bukan hal baru. Banyak orang datang ke mal untuk cek harga, bandingkan kualitas, atau sekadar survei sebelum benar-benar membeli. “Orang mau belanja kan pasti cek dulu, jangan sampai salah beli, apalagi barang palsu,” ujar Mendag saat ditemui di Jakarta Timur (23/7).

Namun, menurut Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, skala Rojali dan Rohana kini makin terasa karena daya beli masyarakat, terutama kelas menengah ke bawah, masih belum pulih sepenuhnya. “Mereka tetap datang ke mal, karena mal sekarang bukan cuma tempat belanja, tapi jadi ruang sosial dan hiburan,” jelasnya.

Data menunjukkan, jumlah pengunjung mal meningkat sekitar 10% sepanjang 2024. Tapi sayangnya, peningkatan kunjungan tidak dibarengi dengan transaksi yang signifikan. Ini menunjukkan perubahan perilaku belanja masyarakat. Konsumen kini lebih selektif hanya membeli jika benar-benar butuh, dan lebih memilih produk dengan harga terjangkau.

Alphonzus juga menegaskan bahwa fenomena ini tak sepenuhnya negatif. Mal tetap berfungsi sebagai ruang interaksi sosial yang penting. “Mal sekarang bukan cuma tempat belanja, tapi tempat orang berkumpul, cari hiburan, edukasi, sampai healing tipis-tipis,” tambahnya.

Sebagai bentuk adaptasi, pengelola pusat perbelanjaan kini berlomba-lomba menggelar promo dan program loyalitas untuk mendorong konsumsi. Harapannya, situasi ini hanya sementara. Dan ketika daya beli membaik, Rojali dan Rohana pun perlahan akan kembali berubah menjadi “rombel” alias rombongan belanja beneran.

Fenomena Rojali (Rombongan Jarang Beli) dan Rohana (Rombongan Hanya Nanya) tidak serta-merta membuat masyarakat enggan pergi ke mal. Justru sebaliknya, data dan pengamatan menunjukkan bahwa kunjungan ke pusat perbelanjaan tetap meningkat, hanya saja tidak diiringi dengan peningkatan transaksi.

Justru mal tetap jadi tempat favorit untuk rekreasi dan sosial. Tantangannya kini adalah bagaimana mengubah "lihat-lihat" jadi "beli-beli", dan itu butuh strategi kreatif dari pengelola mal serta para tenant.

Ket. Foto: — Sumber: Freepik/ilustrasi
  • Fenomena Rojali
  • Fenomena Rohana

Redaktur: Nuraini Andriani

Penulis: Nuraini Andriani

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.