Tangani Tantrum Anak dengan Empati, Ini 5 Cara Bijak Hadapi Ledakan Emosi Si Kecil

Rabu, 23 Jul 2025, 07:30 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Menyaksikan anak menangis kencang, berteriak, hingga melempar barang saat keinginannya tidak terpenuhi kerap membuat orang tua kewalahan.

Fenomena ini dikenal sebagai tantrum, dan umum terjadi pada anak usia 1 hingga 5 tahun. Meski melelahkan, tantrum sebenarnya merupakan bagian dari perkembangan emosi anak.

Ket. Foto: Ilustrasi anak tantrum — Sumber: Freepik

Menurut para ahli psikologi anak, tantrum muncul karena anak belum sepenuhnya mampu mengelola emosi dan mengekspresikan keinginan dengan kata-kata. Di sinilah peran orang tua sangat penting, bukan untuk menghentikan tantrum secara paksa, melainkan merespons dengan empati dan konsistensi.

“Cara kita merespons tantrum akan membentuk cara anak menyampaikan dan mengelola emosinya kelak,” kata Psikolog Anak dan Keluarga, Sinta Dwi.

Berikut lima langkah efektif dan penuh empati untuk menghadapi anak yang sedang tantrum:

1. Tetap Tenang, Jangan Ikut Emosi

Reaksi pertama yang harus dikendalikan adalah emosi orang tua sendiri. Jangan membalas teriakan dengan bentakan. Sikap tenang menunjukkan bahwa orang tua mampu menjadi tempat aman bagi anak. Semakin tenang orang tua, semakin cepat anak ikut tenang.

2. Beri Ruang Tapi Tetap Hadir

Biarkan anak meluapkan emosinya, tetapi jangan meninggalkannya sendirian. Dampingi secara fisik dengan sentuhan hangat atau duduk di dekatnya, sebagai bentuk dukungan emosional.

3. Kenali dan Antisipasi Pemicu Tantrum

Tantrum umumnya dipicu oleh rasa lapar, lelah, atau frustrasi. Orang tua dapat mengenali pola-pola ini dan mengantisipasinya. Misalnya, membawa camilan saat bepergian atau mengajak anak beristirahat sebelum kelelahan memicu emosi.

4. Validasi Emosi Anak

Gunakan bahasa yang mengenalkan emosi, seperti “Kamu sedih ya? Gak apa-apa merasa seperti itu.” Kalimat semacam ini membantu anak belajar mengenali dan mengungkapkan perasaannya dengan cara yang sehat.

5. Ajak Bicara Saat Anak Sudah Tenang

Setelah anak kembali tenang, barulah ajak berdialog. Gunakan momen ini untuk menjelaskan perilaku yang diharapkan dan tawarkan alternatif jika situasi serupa terjadi di masa depan.

Tantrum adalah fase alami, dan bukan cerminan buruknya pola asuh. Namun, cara orang tua meresponsnya akan membentuk fondasi penting bagi kecerdasan emosional anak di masa depan.

  • Cara Menghadapi Anak Tantrum
  • Parenting Tips

Redaktur: Fitrya A Kusumah

Penulis: Fitrya A Kusumah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.