Tertipu Iklan Video Wisata AI, Pasangan Lansia Malaysia Tersesat 370 Km Demi Tempat Fiktif

Minggu, 20 Jul 2025, 10:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Sepasang lansia asal Kuala Lumpur mengalami nasib nahas setelah tertipu oleh iklan wisata palsu yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).

Tanpa mengetahui bahwa tempat tujuan mereka tidak benar-benar ada, pasangan ini rela menempuh perjalanan lebih dari 370 kilometer demi mengunjungi sebuah destinasi fiktif bernama Kuak Skyride di Pengkalan Hulu, Perak.

Ket. Foto: — Sumber: Freepik

Peristiwa ini terjadi pada akhir Juni 2025. Pasangan tersebut menemukan video promosi yang memikat di media sosial, memperlihatkan sebuah kereta gantung melintasi pegunungan hijau dengan pemandangan yang menakjubkan.

Video itu diunggah oleh akun bernama @dyaaaaaaa._ dan tampak sangat meyakinkan, dilengkapi narasi dari seorang presenter serta logo saluran TV palsu bernama TV Rakyat.

Tanpa curiga, pasangan lansia itu pun memutuskan untuk berlibur dan menginap di sebuah hotel setempat pada 30 Juni. Dengan semangat dan antusiasme, salah satu dari mereka bertanya kepada staf hotel tentang keberadaan “Kuak Skyride”.

Namun, pertanyaan itu justru membuat petugas hotel kebingungan. Setelah ditunjukkan video yang dimaksud, sang staf pun terkejut.

“Saya sangat terkejut... Saya menjelaskan kepada bibi itu bahwa video itu dibuat oleh AI dan tidak nyata,” tulis staf tersebut dalam unggahan di Threads, dikutip South China Morning Post, Jumat (18/7).

Video fiktif itu menampilkan seorang reporter sedang menaiki kereta gantung, mewawancarai wisatawan, dan menyantap makanan mewah sambil menikmati pemandangan alam.

Di akhir video, sang reporter juga digambarkan mengunjungi kebun binatang untuk melihat rusa. Menurut dugaan, video tersebut dibuat menggunakan perangkat lunak AI generatif seperti Google Veo 3.

Ketika mengetahui bahwa video tersebut tidak nyata, wanita lansia dalam pasangan itu dilaporkan marah dan bahkan mengancam akan menuntut jurnalis yang muncul dalam video.

Namun, staf hotel menjelaskan bahwa semua elemen dalam video, termasuk presenter dan wisatawan, sepenuhnya merupakan hasil rekayasa AI.

Kejadian ini menyoroti meningkatnya risiko penyebaran informasi palsu akibat kemajuan teknologi AI. Para ahli mengingatkan bahwa visual yang dihasilkan AI kini bisa tampak sangat meyakinkan dan sulit dibedakan dari rekaman nyata.

Pemerintah Malaysia diharapkan segera menyusun regulasi untuk menangani konten digital fiktif yang bisa menyesatkan publik.

  • Lansia Malaysia tersesat
  • Iklan palsu AI

Redaktur: Fitrya A Kusumah

Penulis: Fitrya A Kusumah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.